My Holiday Movies Review: Buried (2010)

“Satu setengah jam bersama Ryan Reynolds.”

Sutradara: Rodrigo Cortes

Genre: Thriller

Pemain: Ryan Reynolds

Durasi: 94 menit

Ketika saya iseng-iseng berselancar di situs yang me-review film, saya membaca artikel 10 film terbaik versi pemilik situs tersebut, dan Buried termasuk ke dalamnya. Buried juga banyak mendapat kritik positif dari para kritikus senior. Lagi-lagi, rasa penasaranlah yang mengantarkan saya kepada film ini.

Sinopsis:

Paul Conroy, seorang pengendara truk US berlokasi di Irak, saat sadar menyadari dirinya telah dikubur hidup-hidup dalam peti mati kayu. Dengan memberontak, ia berusaha membebaskan diri namun tidak ada hasilnya. Dia ingat bahwa ia dan pengendara truk lainnya diserang oleh pemberontak yang akhirnya membunuh mereka, kecuali dirinya sendiri. Dengan berbekal peralatan yang sangat minim, seperti sebuah telepon selular, senter, dan lighter, Paul berusaha untuk bertahan hidup hingga ada seseorang yang mengetahui keberadaannya dan menyelamatkannya.

Kesan Pribadi:

Menggarap film Buried adalah sebuah tantangan besar bagi pembuat film karena hanya bersetting di dalam peti mati yang gelap dan sempit, dengan tokoh tunggal, untuk bisa membuat penonton tertarik dan tidak cepat bosan. Sepanjang film, kita benar-benar hanya menyaksikan “one man show” dari Ryan Reynolds saja. Karena itu jika aktingnya jelek, maka film ini akan berakhir jelek juga. Melalui Buried, Ryan Reynolds sudah membuktikan bakat aktingnya yang besar. Ia mampu menunjukkan depresi, kekesalan, kecemasan, dan berbagai macam emosinya lewat raut muka, gerakan tubuh dan ucapannya, yang juga dirasakan oleh para penonton termasuk saya.

Dialog hanya terjadi antara Paul dan lawan bicaranya di telepon selular. Paul menghubungi banyak pihak yang dipikirnya mampu menolong dia, seperti FBI, rekan kerjanya, istrinya, dan penjahat yang menguburnya. Semua pihak yang nampaknya paling dapat diandalkan untuk menolongnya malah mempersulit dirinya, apalagi ditambah dengan ancaman dari sang penjahat. Dari sini kita bisa melihat kekejaman seorang manusia yang lebih mementingkan urusannya daripada menyelamatkan nyawa seorang manusia, yang dianggap mereka tidak berharga.

Saya merasa kasihan dengan Paul karena penderitaannya yang tidak kunjung selesai. Si penjahat benar-benar berhati iblis karena terus mengancam dan mengancam, padahal Paul berada di posisi yang tidak bisa melakukan apa-apa. Saya juga kesal dengan pihak pemerintah yang terlalu tersistem padahal ada seseorang yang bertarung mati-matian untuk mempertahankan hidupnya. Semuanya ini dengan jelas disampaikan oleh Paul. Kekhawatiran penonton akan keselamatan Paul terus ditekan sepanjang film dengan semakin minimnya harapan bagi Paul untuk hidup karena faktor-faktor kecil, seperti energi baterai senter dan telepon seluler juga udara yang semakin menipis, yang sangat berpengaruh bagi Paul. Film akan terasa semakin intense pada menit-menit terakhir, yang pada akhirnya kita akan dikejutkan oleh ending yang tidak disangka-sangka.

Buried telah membuktikan bahwa hanya dengan setting, tokoh dan budget super minim, film ini mampu mengikat penonton seolah-olah menjadi tokoh yang terkubur hidup-hidup. Teknik pengambilan kamera juga dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar tidak terlihat monoton, jadi kita bisa melihat scene dari berbagai sudut yang berbeda. Menonton film berdurasi 96 menit di dalam peti mati tidak sebosan yang saya bayangkan, walaupun saya tidak memungkiri ada saat-saatnya saya merasa durasi terlalu diulur-ulur. Buried telah mengangkat nama Ryan Reynolds sebagai aktor yang patut dipertimbangkan untuk bermain di film lain yang lebih bernama besar, dan tidak aneh jika kita akan sering melihatnya di film-film box office yang akan dirilis di kemudian hari.

Saran terakhir, saya tidak menyarankan bagi kalian yang mengidap claustropobhic untuk menonton Buried.

Score: 3/5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s