My Holiday Movies Review: Shutter Island (2010)

“Badai mengombang-ambing pikiranku.”

Sutradara: Martin Scorsese

Genre: Mystery, Thriller

Pemain: Leonardo DiCaprio, Ben Kingsley, Mark Ruffalo, Michelle Williams

Durasi: 138 menit

Setelah terpukau setengah mati oleh kejeniusan Christopher Nolan dalam membuat film Inception, saya mencari-cari film serupa yang memaksa penonton untuk berpikir. Ternyata Leonardo DiCaprio sudah kecanduan bermain film seperti ini sebelum berperan di Inception, yakni sebagai seorang detektif di Shutter Island.


Sinopsis:

Edward Daniels (Teddy) dan rekan barunya yaitu Chuck, ditugaskan ke Pulau Shutter untuk menginvestigasi hilangnya seorang pasien rumah sakit jiwa Ashecliffe dari ruang tertutup. Dr. John-lah yang mengundang kedatangan mereka berdua, namun Teddy terus mencurigai gelagat mencurigakan dia karena terus berusaha untuk menyembunyikan dokumen rahasia milik rumah sakit. Sepanjang investigasi, Teddy dihantui oleh mimpi buruk akan masa lalunya, Dolores, yang mati terbakar 2 tahun yang lalu. Teddy juga memiliki motif tersembunyi untuk memenuhi permintaan investigasi ini yaitu mencari keberadaan Andrew Laeddis, yang telah menyebabkan kebakaran yang membunuh istrinya, yang dikirim ke Ascheliffe namun menghilang. Bersama dengan rekannya, mereka berdua melakukan investigasi dan menemukan adanya misteri kelam pada Pulau Shutter beserta para penduduknya, entah itu para perawat ataupun pasiennya, bahkan para polisi. Dikarenakan badai besar dan satu-satunya alat transportasi keluar masuk pulau adalah sebuah ferry yang dijaga polisi, Teddy kini terperangkap di dalam Pulau Shutter. Apakah Teddy berhasil keluar dengan pikiran yang masih waras dari pulau ini?

Kesan Pribadi:

Shutter Island adalah film yang sangat kompleks dan jika saya bahas akan sangat panjang lebar, karena itu saya berusaha untuk membahas sebagian kecil saja. Sejak dari scene awal, saya sudah terpaku untuk berkonsentrasi ke layar kaca, mendengarkan dengan jelas setiap dialog, dan mengikuti setiap adegan tanpa ada sedikit pun yang terlewatkan karena film semacam ini memang butuh pemahaman yang mendalam, jika tidak maka kita akan dengan mudahnya tersesat. Plot yang awalnya sederhana yaitu sekedar menginvestigasi orang hilang, dipersulit dengan masa lalu Teddy yang secara terus-menerus menghantuinya, namun diacak-acak sepanjang film sehingga membingungkan saya. Gelagat orang di sini tidak ada yang normal, bahkan untuk orang normal seperti para polisi, dokter, suster dan Chuck, partner Teddy sendiri! Dengan adanya hint yang menunjukkan bahwa ada sesuatu yang busuk di balik rahasia pulau ini, maka sudah sepantasnya bila Teddy terus mencurigai semua orang, dan itulah yang saya rasakan pula. Dengan kondisi yang sangat tidak menguntungkan bagi Teddy, maka dengan mudahnya ia merasa benar-benar sendirian di Pulau Shutter.

Bagi yang tidak suka film yang memaksa kamu untuk berpikir, maka saya sarankan kamu menghindari Shutter Island. Film ini bukan jenis film yang dibuat untuk menghibur, namun untuk menguji sedalam apakah daya analisa dan pemahaman kita. Biasanya film seperti ini harus ditonton dua kali agar benar-benar mengerti setiap misteri yang ada. Dari kebenaran sejati yang akan diungkap di akhir cerita kita baru akan lumayan mengerti bagaimana alur cerita sebenarnya yang ingin disampaikan sang pembuat film. Jangan heran jika kamu selalu mengernyitkan dahi sepanjang menonton Shutter Island. Bagi banyak penonton, Shutter Island terbilang sangat ambigu karena ending film ini, tetapi menurut saya tidak begitu karena Inception jauh lebih sukses dalam mencetuskan banyak teori dan interpretasi di kalangan penonton. Walau begitu, Shutter Island memang langkah yang baik bagi Leonardo DiCaprio untuk mematangkan aktingnya dan bermain di film semacam ini.

Score: 3.5/5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s