My Holiday Movies Review: Despicable Me (2010)

“Papoy! Papoy!”

Sutradara: Pierre Coffin, Chris Renaud

Genre: Comedy, Fantasy

Pemain: Steve Carell, Jason Segel, Russell Brand, Julie Andrews, Will Arnett, Kristen Wiig, Miranda Cosgrove, Dana Gaier, Elsie Fisher

Durasi: 93 menit

Despicable Me adalah sebuah animasi pertama besutan Universal Pictures. Sebagai langkah awal, apakah mereka mampu menandingi kualitas animasi studio besar lainnya seperti Walt Disney, Pixar dan Dreamworks?

Sinopsis:

Gru adalah seorang penjahat super yang bermarkas di bawah tanah rumahnya, bersama dengan partnernya, Dr. Nefario dan ratusan pasukan makhluk kuning yang aneh. Gru merasa terhina ketika Vector, penjahat super yang lebih muda darinya berhasil mencuri piramid. Untuk membuktikan bahwa dirinya lebih hebat, Gru akan mencuri bulan, namun terhambat oleh masalah finansial. Untuk itu, ia berusaha meminjam uang dari “Bank of Evil”, namun sang pemilik bank baru akan meminjamkan uang apabila Gru berhasil mencuri sinar pengecil yang sangat vital dalam rencana Gru.

Gru berhasil mencurinya, tetapi Vector mencuri dari tangan Gru. Gru pun mendapatkan ide untuk mencurinya kembali dari markas Vector dengan memanfaatkan ketiga anak perempuan yatim piatu, yaitu Margo, Edith dan Agnes yang sering menjual kue kepada Vector. Gru mengadopsi mereka bertiga dan membawanya ke rumahnya. Awalnya memang tujuan mengadopsi mereka untuk melancarkan kejahatannya, namun lambat laun naluri orang tua dalam diri Gru semakin kuat untuk benar-benar menyayangi mereka sebagai seorang ayah.

Kesan Pribadi:

Dengan plot yang klise, sangat mudah untuk menebak bagaimana akhir dari cerita ini. Yang paling terpenting adalah bagaimana proses menuju ending tersebut, apakah mampu meninggalkan kesan mendalam atau tidak. Untunglah, film ini mampu menghibur dengan animasinya yang lucu. Adegan dibuka dengan seorang bocah yang jatuh dari ketinggian dan seharusnya menimpa piramid, namun ternyata piramid yang ada hanay sebuah balon raksasa. Melihat intro ini, kesan saya sepertinya ini sebuah animasi yang nggak jelas dan banyak komedi yang garing. Adegan dilanjutkan dengan menyorot Gru yang berjalan-jalan di kota membeli makanan. Awalnya ia tampak normal, namun ternyata ia seorang penjahat yang agak “lembut” (menurutku) karena tidak melukai orang di sekitarnya, walaupun cuma sekedar menembakkan semprotan es dan merusak kendaraan orang lain dengan mobilnya yang menyerupai roket.

Nampaknya sang sutradara menggunakan kesempatan besar untuk menampilkan hal-hal yang tidak mungkin ada di dunia nyata karena ini adalah animasi yang tidak memiliki batas dalam hal imajinasi. Bayangkan saja seluruh keanehan dalam setiap adegan mustahil yang ada: piramid dipindah lokasikan ke belakang markas penjahat, sinar pengecil, sekumpulan makhluk kuning yang mirip seperti pisang (saya nggak bisa membayangkan benda lain untuk mendeskripsikan mereka), mencuri bulan, dan sebagainya. Imajinasi dalam film ini ditarik hingga level extreme, tidak seperti animasi Pixar yang berusaha serealistis mungkin, jadi persiapkan diri kamu untuk tercengang dengan banyak keanehan yang ada. Justru saya merasa hal ini menjadi daya tarik tersendiri dalam film ini.

Animasi yang baik tentunya harus bisa menyentuh hati para penonton. Despicable Me mampu melakukan ini dengan mengangkat tema cinta orang tua kepada “anak-anaknya”. Desain karakter ketiga anak yatim piatu juga mampu membuat orang gemas dan kepingin mencubit pipi mereka (terutama Agnes yang masih sangat kecil). Animasinya juga sudah bagus dan warna-warni pada background bisa memanjakan mata kita. Salah satu hal yang agak disayangkan adalah ending yang kurang kreatif karena saya sudah pernah melihat ending semacam ini di animasi Shrek 2. Secara keseluruhan, Despicable Me patut menjadi pilihan tontonan kamu bersama keluarga.

Score: 4/5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s