My Holiday Movies Review: Hello! Stranger (2010)

“Dua orang ini lupa diberi nama saat lahir oleh kedua orang tuanya.”

Sutradara: Banjong Pisanthanakun

Genre: Comedy, Romance

Pemain: Chunthawit Thanasewi, Nuengthida Sophon

Durasi: 121 menit

Film Thailand yang pertama kali saya tonton adalah Shutter, lalu berlanjut ke Alone. Thailand memang terkenal sebagai negara penghasil film horror Asia yang berkualitas, dan sekarang mereka ingin membuktikan bahwa mereka juga mampu membuat film romance. Film romance Thailand yang saya tonton pertama kali adalah A Crazy Little Thing Called Love, yang benar-benar membuat saya terpesona karena ceritanya yang sederhana namun sangat berkesan. Teman saya menyuruh saya mencoba film Hello! Stranger yang secara kronologis dirilis lebih awal dari A Crazy Little Thing Called Love. Katanya sih film ini lebih seru, namun apakah itu benar? Nampaknya sangat sulit untuk mengalahkan A Crazy Little Thing Called Love yang jika saya review (sayangnya tidak karena saya menontonnya jauh sebelum liburan tiba) akan saya beri score 5/5.

Sinopsis:

Seorang pemuda bernama ikut tur ke Korea Selatan, namun ia nampaknya sama sekali tidak tertarik dan menikmati karena persiapannya sangat berantakan. Di saat yang sama ada seorang gadis yang juga ke Korea Selatan untuk menghadiri upacara pernikahan temannya. Ia berbohong kepada pacarnya bahwa ia berpergian bersama dengan teman wanitanya, tetapi ternyata ia berpergian sendiri dengan cara backpacking agar dapat mengunjungi lokasi-lokasi syuting drama Korea kesukaannya.

Suatu hari mereka secara tidak sengaja bertemu. Si pemuda yang ketinggalan anggota tur lainnya selalu mengikuti ke mana saja si gadis pergi. Si gadis tidak tega untuk meninggalkan si pemuda begitu saja jadi dia membiarkannya mengikuti dia. Tingkah laku si pemuda yang norak sering membuat si gadis malu, namun seiring berjalannya waktu mereka menjadi semakin akrab dan akhirnya perasaan cinta pun tumbuh.

Kesan Pribadi:

Daya tarik utama film ini adalah setting Korea Selatan yang memang pada saat itu drama Korea sedang laris manis di Thailand. Bagi saya tidak begitu spesial karena saya sudah sering menonton drama Korea dengan setting yang sama, malah saya lebih menikmati ketika menonton drama Korea daripada film ini dikarenakan faktor bahasa juga pemain yang asli Korea. Orang asing yang berjalan-jalan di negara tetangga nampaknya bukan sesuatu yang baru, bahkan film cinta Indonesia pun sering sekali menggunakan trik yang sama, seperti Eiffel I’m In Love yang bersetting di Paris.

30 menit pertama saya cukup menikmatinya karena banyak komedi dan seru juga melihat kedua orang ini mengelilingi Korea Selatan dengan noraknya. Namun setelahnya film menjadi melankolis dan walaupun saya suka dengan drama melankolis, film ini sangat membosankan. Saya menahan diri untuk tidak tertidur dan itu sangat sulit. Adegan-adegan mereka berduaan dibuat sedemikian rupa dengan tujuan untuk membangun chemistry di antara mereka, tetapi saya tidak merasakan itu. Malahan agak garing dan terkesan dibuat-buat.

Menurut saya, yang membuat film ini cukup terkenal adalah faktor ending yang katanya bikin geregetan. Hmm? Tapi saya sama sekali tidak penasaran dengan nama asli mereka berdua, karena memang film ini tidak sukses membuat penonton untuk peduli dengan nasib kedua tokoh utama. Lagi-lagi dikarenakan faktor chemistry yang tidak dibangun dengan kuat oleh sutradaranya. Jika saya ditanya film romance Thailand yang bagus, saya tidak akan merekomendasikan film ini, melainkan A Crazy Little Thing Called Love yang jauh lebih bagus di mata saya.

Score: 1.5/5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s