My Holiday Movies Review: Step Up 3D (2010)

“Show me ya move, yo!”

Sutradara: Jon Chu

Genre: Dance

Pemain: Rick Malambri, Adam Sevani, Sharni Vinson, Alyson Stoner

Durasi: 107 menit

Saya tidak begitu suka dengan street dance, jadi saya tidak pernah menonton film yang bergenre dance. Step Up 1 dan 2 pun saya tidak pernah menontonnya, tetapi karena tidak ada stok film lagi, maka saya memutuskan untuk (akhirnya) menonton Step Up 3D yang sudah lama terkubur dalam lemari saya.

Sinopsis:

Moose, seorang mahasiswa baru yang berjanji pada orang tuanya untuk berhenti dance karena akan berkonsentrasi pada fakultas teknik elektirik. Ketika hari pertama kuliahnya, ia bertemu dengan Luke, seorang anggota street dancer bernama House of Pirates dan pemilik markas rahasia kru dancernya. Moose bergabung dengan House of Pirates agar dapat mengalahkan House of Samurai, kru dancer rival utama mereka dalam World Jam, sebuah lomba dance.

House of Pirates sangat membutuhkan kemenangan agar mereka dapat membayar biaya sewa markas mereka, jika tidak mereka akan kehilangan satu-satunya tempat yang mereka anggap sebagai rumah. Dalam waktu dekat Luke bertemu dengan Natalie dan kagum akan kemampuan dance-nya, namun tidak sadar dengan motif utama Natalie bergabung dengan kru dancernya. Apakah House of Pirates berhasil mendapatkan $100,000 sebagai hadiah utama dari World Jam?

Kesan Pribadi:

Saya memiliki gambaran tersendiri mengenai street dance: provokatif, liar, dan kecenderungan para street dancer memiliki kelakukan dan pola bahasa yang buruk. Pastinya film-film yang mengangkat tema tentang street dance banyak mengandung hal-hal jelek itu. Namun, ternyata saya salah besar. Step Up 3D bersih dari semua itu, malah bisa dibilang film ini innocent, seru, dan keren. Bahasa yang digunakan seperti layaknya percakapan anak remaja, namun sama sekali tidak ada kata-kata kasar. Karena itulah saya bisa menikmati film ini dengan nyaman.

Karena saya tidak mengerti tentang street dance, jadi saya menonton dan menilai film ini dari mata orang awam saja. Bagi orang awam seperti saya, dance yang ada sangat variatif, energik, dan memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Sepanjang film saya cuma bisa tercengang saja dengan kekompakan mereka dalam menarikan koreografi yang ada. Tidak hanya itu, bahkan koreografi mereka dihiasi dengan peralatan pendukung, seperti cahaya yang berwarna-warni, abu, dan semacamnya. Dari segi dance, Step Up 3D sudah layak dibilang sebagai pemenang.

Plot yang ada sangat sederhana, berkisah tentang impian, persahabatan, cinta, dan keluarga. Mulai dari Moose yang merasa dirinya memang terlahir untuk menari, namun dihadang oleh kewajiban pendidikannya dan hubungannya dengan sahabat setianya (juga pacar) yang bernama Camille. Juga Luke yang memiliki bakat dan minat dalam dunia perfilman, namun tidak bisa meninggalkan kru dancernya begitu saja. Semua hal ini menjadi bumbu drama utama yang diberikan kepada kita dan berjalan cukup baik dan menarik. Komedi yang ada pun cukup mengocok perut, terutama dari ekspresi dan percakapan si dancer kembar, Santiago Twins. Jangan lupa juga untuk mendengar baik-baik pada background music-nya, yang memang sangat cocok untuk film dance seperti ini. Kebanyakan memang memiliki beat yang tegas, tetapi juga bisa membuat telinga kamu kecanduan. Kesimpulannya, Step Up 3D bisa dibilang sebagai film “eye and ear candy”.

Score: 3.5/5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s