My Holiday Movies Review: The Rite (2011)

“Do you believe in devil?”

Sutradara: Mikael Håfström

Genre: Thriller

Pemain: Anthony Hopkins, Colin O’Donoghue, Alice Braga

Durasi: 113 menit

Jujur saja, kesan pertama saya ketika melihat cover The Rite adalah “saya malas menontonnya karena terlihat sangat membosankan”. Walaupun terdapat seorang pemenang Academy Award sebagai tokoh utama dalam film ini, yaitu Anthony Hopkins, namun saya tidak pernah menonton karya lain beliau, jadi apa daya tarik dari film ini?

Sinopsis:

Michael, anak dari keluarga pengurus rumah jenazah, adalah seorang yang skeptis terhadap kepercayaan terhadap Tuhan, iblis dan hal-hal serupa. Karena sebuah kecelakaan yang menewaskan seorang wanita, Michael diyakinkan oleh seorang pastor untuk mengikuti pembelajaran sebagai seorang exorcism (pengusir setan) di Roma. Walaupun Michael awalnya menolak karena ia tidak memiliki kepercayaan, namun akhirnya ia menerima juga.

Father Xavier, uskup sekaligus dosen Michael menganjurkan dia untuk mengunjungi Fater Lucas, yang sangat dikenal sebagai seorang exorcist. Michael setuju dan bertemu dengan Father Lucas di rumah beliau, di mana ia melihat seorang pasien uskup itu: seorang wanita hamil berusia 16 tahun. Walaupun Michael melihat secara langsung proses dari exorcism, namun ia masih tetap skeptis sampai ia mengalami secara langsung bagaimana menakutkannya kekuatan dari sesosok iblis.

Kesan Pribadi:

Ini bukan pertama kalinya saya menonton film mengenai exorcism karena saya sudah menonton The Exorcism of Emily Rose di TV kabel dulu sehingga saya sudah mendapatkan gambaran dasar mengenai apa yang menjadi plot dasar film ini. Saya tidak cukup pandai dalam membahas film seperti ini karena memang saya sama sekali tidak mengerti seluk beluk mengenai bagaimana sebenarnya exorcism itu, tetapi kini saya cukup mengerti bahwa exorcism adalah suatu pekerjaan yang sangat beresiko dan bisa diiblang “menakutkan” seusai menonton 2 film ini.

Jangan pernah berharap sosok iblis di sini seperti pocong, kuntilanak dan sebangsanya, atau makhluk fantasi di mana iblis memiliki tanduk dan sayap hitam. Semua itu tidak akan kamu temui di sini. The Rite berusaha untuk serealistis mungkin dalam menyampaikan cerita kepada para penonton. Saya merasa bahwa The Rite memiliki cerita yang sangat berat, dan bahkan terlalu serius sehingga saya sering sekali mengernyitkan dahi selama film berlangsung. Durasi yang hampir mencapai 2 jam bagi saya terlalu lama untuk film serius karena membuat saya cukup stress. Sama sekali tidak ada humor, menandakan bahwa film ini memang tidak bertujuan untuk menghibur.

Dengan adanya unsur keagamaan yang kuat, The Rite nampaknya mengajak kita untuk merenung dan mereka ulang mengenai kepercayaan kita masing-masing. Tetapi stop sampai di sini saja karena saya tidak ingin berkhotbah. Yeah, sekali lagi saya akui, saya memang tidak pandai untuk memaparkan kesan pribadi saya terhadap film seperti ini, di mana sudah sangat menyinggung agama yang sangat sensitif bagi banyak orang. Satu hal yang pasti setelah saya selesai menonton film ini: saya butuh segera mood booster untuk mendorong mood saya yang memburuk karena keseriusan yang berlebihan.

Sebaiknya kamu mencoba untuk menonton langsung The Rite dan renungilah pesan apa yang ingin disampaikan oleh film ini.

Score: 2/5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s