My Holiday Movies Review: The Haunting in Connecticut (2009)

“Jangan pernah bermain-main dengan orang mati, atau kematianlah yang akan datang menjemput kita.”

Sutradara: Peter Cornwell

Genre: Horror

Pemain: Virginia Madsen, Kyle Gallner, Martin Donovan, Amanda Crew, Elias Koteas, Erik Berg

Durasi: 102 menit

Kalau dilihat-lihat dari track record review film-film yang sudah saya buat, nampaknya liburan ini saya selalu menonton film horror atau thriller. Apa boleh buat memang itulah yang saya dapatkan dari teman saya yang hobi menonton film seperti ini. Saya yang sudah sering menonton film horror lama-lama memang merasa bosan, tetapi film ini nampaknya cukup menyita perhatian saya dikarenakan berdasarkan kisah nyata. Apakah The Haunting in Connecticut mampu membuat saya terkesan?

Sinopsis:

Sebuah keluarga Campbell yang beranggotakan 6 orang (ayah, ibu dan 4 orang anak) harus pindah rumah karena anak laki-laki tertua mereka, Matt mengidap penyakit kanker dan mereka terpaksa mencari rumah yang lokasinya dekat dengan rumah sakit tempat Matt berobat. Mereka menyewa rumah dengan biaya yang murah yang diketahui sebelumnya adalah rumah jenazah.

Matt sering mengalami penampakan akan seorang anak laki-laki, yaitu Jonah. Diketahui bahwa Jonah adalah seorang medium perantara untuk berkomunikasi dengan orang mati. Seiring dengan berjalannya waktu, keluarga Campbell semakin sering dihantui oleh kekuatan jahat dikarenakan suatu kejadian yang mengerikan yang berkaitan dengan roh jahat yang terjadi di rumah ini.

Kesan Pribadi:

Kisah tentang rumah berhantu memang sudah banyak. Tetapi, untuk yang satu ini dengan bangga saya cap sebagai salah satu film horror terbaik yang pernah saya tonton. Seperti film horror biasanya, selalu ada adegan-adegan yang dipersiapkan untuk membuat penonton terkejut dengan penampakan hantu secara tiba-tiba dengan efek suara yang mengangetkan, dan film ini pun tidak berbeda dari itu semua. Yang menjadi daya tarik film ini adalah alur cerita yang sangat menarik berkisah tentang Matt yang mampu melihat roh halus dikarenakan sudah cukup dekat dengan kematian akibat penyakit kankernya. Memang cukup klise, namun tidak membosankan karena kisah horror ini dikombinasikan dengan drama di antara Matt dengan orang tuanya, terutama sang ibu, Sarah, yang terus berjuang untuk kesembuhan anaknya.

Flashback mengenai kejadian tragis yang dilihat oleh Matt disusun secara melompat-lompat, membuat saya menjadi semakin penasaran sebenarnya apa yang telah terjadi di rumah ini. Setelah semuanya terbongkar, ternyata kejadian itu sangat menyedihkan dan membuat saya menjadi sentimentil. Sangat jarang film horror bisa mengaduk-aduk emosi penonton, dan ini menjadi nilai plus untuk film ini. Ending film ini juga sangat bahagia, sebuah penyelesaian yang sangat langka untuk sebuah film horror. Walaupun special effect yang ada tidak begitu spesial, namun ini semua ditutupi dengan nilai-nilai plus di atas.

Saya sudah bosan dengan film horror yang bertujuan hanya semata-mata untuk mengagetkan penonton, tanpa cerita yang menarik dan ditulis dengan sangat indah. Untunglah The Haunting in Connecticut tidak termasuk dalam cerita horror  esek-esek seperti itu. Sangat berkesan dan mendorong saya untuk menonton ulang. Tidak peduli dengan banyaknya komentar negatif yang beredar di internet pada film ini, bagi saya The Haunting in Connecticut adalah salah satu film terbaik yang pernah dibuat, mengalahkan film-film horror lainnya yang sudah beredar. Sayang sekali film sebagus ini tidak begitu dikenal luas dan malah underrated, yang membuat orang malas untuk menontonnya.

Saya mewajibkan kalian semua untuk menonton film ini agar bisa mengerti mengapa saya dalam sekejap langsung menjadi fans berat film ini.

Score: 5/5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s