My Holiday Movies Review: Black Swan (2011)

“Nudity Detected”

Sutradara: Darren Aronofsky

Genre: Thriller

Pemain: Natalie Portman, Vincent Cassel, Mila Kunis, Barbara Hershey

Durasi: 108 menit

 

Semua orang pastinya tahu tentang cerita Swan Lake. Black Swan adalah tokoh antagonis di dalam cerita itu yang merebut pangeran yang dicintai oleh White Swan. White Swan yang mengetahuinya akhirnya bunuh diri. Cerita ini sudah diadaptasi ke dalam banyak sekali film dan mengalami perubahan yang cukup signifikan dalam ceritanya. Black Swan kali ini mencoba untuk mengangkat tema yang sama ke dalam kisah seorang balerina yang berperan sebagai Swan Queen, di mana ia harus bisa menarikan koreografi yang berbeda dari kedua angsa.

Sinopsis:

Nina Sayers adalah seorang balerina yang sangat ambisius dan perfeksionis. Dia tinggal dengan ibunya yang super protektif. Suatu hari sang direktur perusahaan balet tempat Nina bekerja, yaitu Thomas menggelar audisi untuk memerankan Swan Queen karena Beth yang sebelumnya memerankan ini sudah pensiun, di mana hanya balerina yang mampu menarikan gerakan Swan Queen yang rapuh dan baik hati dan Black Swan, saudara kembar White Swan yang jahat dan sensual, yang akan terpilih.

Nina sangat sempurna untuk memerankan White Swan, namun tidak untuk Black Swan. Audisi gagal, namun Nina membujuk Thomas untuk memberinya kesempatan lagi.  Pada akhirnya, Nina terpilih menjadi Swan Queen. Seorang balerina lain bernama Lily mencuri perhatian Thomas karena ia mampu memerankan Black Swan dengan baik. Hubungan antara Nina dan Lily memburuk karena Nina merasa Lily berusaha merebut posisi Swan Queen. Berbagai konfik timbul, namun sebenarnya musuh utama bagi Nina adalah dirinya sendiri, tepatnya kepribadian lainnya yang selama ini tertidur di dalamnya.

Kesan Pribadi:

Black Swan adalah sebuah film yang sangat unik dari segi cerita yang jarang mengangkat tema ballerina yang sebenarnya sakit jiwa karena diharuskan memerankan tokoh yang sangat bertentangan dengan dirinya hingga mendorong munculnya kepribadian baru di dalam diri ballerina itu. Nina adalah tokoh utama yang mengalami konflik internal ini karena dirinya terlalu perfeksionis dan sering mengalami stress karena berulang kali tidak mampu memuaskan sang direktur dan dirinya sendiri saat memerankan Black Swan.

Nina, yang awalnya terkesan gadis baik-baik namun semakin kita menelusuri cerita ternyata dia memiliki sisi gelap yang menakutkan. Erica, sang ibu, yang sangat protektif, walaupun tujuannya baik namun lama-kelamaan menjadi menyebalkan karena terlalu mengekang kebebasan Nina.  Tokoh Lily sebagai cewek nakal yang hobi seks bebas dan diskotik malam, juga Thomas sang direktur yang cabul. Semua pemeran film ini memiliki karakter yang sangat kuat karena memiliki keunikannya masing-masing. Tetapi, yang paling menonjol adalah Nina sang tokoh utama. Tidak aneh Natalie Portman yang memerankannya mendapat banyak penghargaan untuk peran ini.

Dari sisi negatif, saya merasa terganggu oleh kamera yang menyorot setiap scene yang sangat bergoyang, apalagi saat para ballerina sedang menari karena saya tidak bisa melihat dengan jelas setiap tarian yang sedang diperagakan. Dan untuk masalah ending, film ini tampaknya sudah siap untuk masuk ke dalam list “film yang patut dibenci”. Silahkan tonton sendiri kenapa saya berkomentar seperti ini.

Black Swan tampaknya akan menjadi film yang meninggalkan kesan yang cukup mendalam bagi para penontonnya. Bisa jadi sangat digemari, atau juga dibenci. Saya cukup menikmati film ini, dan bagaimanakah dengan Anda sendiri?

Score: 3.5/5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s