My Holiday Movies Review: Spirit: Stallion of the Cimmaron (2002)

“Berlarilah dengan kencang mengalahkan hembusan angin, Spirit!”

Sutradara: Kelly Asbury, Lorna Cook

Genre: Adventure, Animation

Pemain: Matt Damon, James Cromwell, Daniel Studi

Durasi: 83 menit

Sejak kecil saya selalu menonton kartun-kartun gambaran tangan dari Walt Disney, dan tentunya animasi semacam ini memiliki nilai nostalgia yang tak ternilai bagi saya. Sampai sekarang saya masih terus mengikuti perkembangan animasi Disney, walaupun ada masa-masanya Disney kehilangan jati dirinya dan beralih ke animasi komputer 3D. Ada sesuatu yang jarang saya temui pada film real action yaitu “jiwa” yang sangat penting agar film tersebut mampu meninggalkan kesan yang mendalam pada penontonnya, dan dominan animasi Disney memiliki ini. Walaupun begitu, animasi berjudul Spirit: Stallion of the Cimmaron ini tidak digarap oleh Walt Disney, melainkan Dreamworks yang terkenal dengan serian Shrek. Saya benar-benar tidak tahu bahwa Dreamworks juga pernah merilis animasi gambaran tangan karena yang selalu tayang di bioskop biasanya animasi komputer. Apakah film ini memiliki “jiwa” yang sama dengan animasi Walt Disney?


Sinopsis:

Spirit, seekor kuda jantan adalah pemimpin yang bertugas melindungi populasinya. Ia memiliki rasa keadilan dan ingin tahu yang tinggi. Karena itu, ia tertangkap oleh manusia dan dibawa ke kavaleri milik pemerintah US yang bertarung dengan suku Indian untuk menguasai wilayahnya. Spirit yang ingin kembali ke tanah kelahirannya, terus berontak saat hendak dijinakkan oleh para tentara, hingga sang Colonel ikut turun tangan, namun gagal.

Beberapa hari kemudian Spirit berhasil kabur dibantu oleh seorang tahanan suku Indian bernama Little Creek. Sesudahnya Spirit dibawa ke desa para Indian dan disatukan dengan Rain, seekor kuda betina di satu kandang. Rain mengajarkan Spirit untuk bersahabat dengan manusia, namun tidak membuahkan hasil. Little Creek yang murni bertujuan baik pun membebaskan Spirit, namun tiba-tiba pasukan US menyerang desanya. Rain tertembak oleh Colonel dan jatuh ke sungai yang berarus sangat deras. Bagaimanakah tindakan Spirit selanjutnya? Siapakah yang akan ditolongnya, satu-satunya sahabat manusia terbaiknya, Little Creek, atau kekasihnya, Rain?

Kesan Pribadi:

Pertanyaan awal saya terjawab sudah. Saya puas menonton film ini. Animasi digambar dengan halus dan mendetail. Kombinasi warna pun sangat pas sehingga enak dipandang dari segi tokoh maupun setting. Musik walaupun tidak begitu memorable dibandingkan dengan animasi Walt Disney, namun sangat pas dengan suasana yang ada di setiap scene dan mendukung kita untuk ikut merasakan semangat, kegembiaraan, ketegangan dan kesedihan sang tokoh utama, yakni Spirit.

Dreamworks menggunakan pendekatan yang berbeda dalam menyampaikan cerita ini. Kebanyakan animasi tentang hewan memberikan kemampuan berbicara pada hewan layaknya manusia, namun para kuda di film ini tidak bisa berbicara secara nyata. Mereka berkomunikasi melalui suara dan mimik wajah, namun kita bisa mengerti apa yang ingin mereka sampaikan. Pemikiran Spirit dinarasikan melalui monolog dalam hati.

Sebagaimana film animasi yang berkualitas, film ini tentunya memiliki pesan moral yang tidak hanya ditujukan bagi para anak kecil, namun seluruh penonton. Melalui semangat Spirit yang tidak pernah padam, kita bisa belajar untuk terus berusaha mencapai cita-cita kita, tidak mudah putus asa walaupun banyak sekali cobaan-cobaan yang berat, seperti Spirit yang secara harafiah berarti Semangat, yang terus berjuang untuk pulang dan berkumpul kembali dengan keluarganya di tanah kelahirannya.


Score: 4/5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s