My Holiday Movies Review: Legion (2010)

“Lihat saya, malaikat model baru dengan sayap yang sudah dicat hitam. Senjataku bukan cahaya suci yang udah ketinggalan zaman, tapi senapan berlapiskan perak murni. Keren kan?”

Sutradara: Scott Stewart

Genre: Supernatural, Thriller

Pemain: Paul Bettany, Lucas Black, Tyrese Gibson, Adrianne Palicki, Kate Walsh and Dennis Quaid

Durasi: 100 menit

Teman-teman saya berkomentar bahwa film Legion sangat jelek. Penasaran, saya pun menyempatkan diri mengintip adegan awal film ini di tempat pembelian DVD dan menurut saya cukup menarik karena bercerita tentang malaikat yang jatuh ke bumi karena membangkang perintah Tuhan. Apakah penilaian awal saya ini benar? Mari kira buktikan lewat review saya setelah menontonnya hingga selesai.


Sinopsis:

Seorang malaikat bernama Michael jatuh ke bumi, memotong sayapnya sehingga ia menjelma menjadi manusia. Di suatu toko di ladang tandus, terdapat beberapa orang yang tinggal di sana yaitu sang pemilik bernama Bob, anaknya Jeep, tukang masak bernama Percy, pelayan wanita yang sedang hamil yang bernama Percy, dan sebuah keluarga yang terdiri dari Howard, Sandra, dan Audrey, ditambah dengan Kyle yang tersesat.

Kemudian seorang nenek yang awalnya bersikap sangat ramah, namun ternyata ia sudah dirasuki sesuatu dan mulai menyerang para penghuni toko. Nenek itu pun ditembak mati oleh Kyle. Michael datang ke toko ini dan memberikan senapan kepada para penghuni toko untuk melawan pasukan orang yang sudah dirasuki untuk bertahan hidup. Setelahnya, Michael menjelaskan bahwa Tuhan telah kehilangan kepercayaan pada manusia dan memerintahkan para malaikat untuk mebinasakan umat manusia. Ia datang untuk melindungi bayi Percy agar tetap hidup, yang awalnya seharusnya dibunuhnya. Fakta mengejutkan mengatakan bahwa yang telah merasuki para manusia adalah para malaikat.

Apakah Michael berhasil untuk mencegah kehancuran seluruh umat manusia dan meredakan amarah Tuhan?


Kesan Pribadi:

Satu kata untuk menjelaskan keseluruhan film ini: GEJE. Awalnya film dimulai dengan premis yang cukup menjanjikan. Kita dikejutkan dengan serangan agresif dari seorang nenek yang ternyata sudah dirasuki. Ketegangan mulai timbul setelah ini dengan datangnya pasukan orang kesurupan yang terus mengalir. Adegan tembak-tembakan terus mengisi cerita hingga pertengahan cerita. Setelahnya, cerita mulai kehilangan arah dan diisi dengan drama di mana tiap tokoh mengungkapkan masa lalunya yang suram. Dan setelahnya, cerita semakin tidak terarah karena adanya pertarungan antara kedua malaikat untuk merebut sang bayi. Instruksi yang diberikan kepada Jeep di bagian akhir cerita pun tidak dijelaskan dengan terperinci sehingga terasa sangat sia-sia, apalagi diperburuk dengan ending yang sangat tidak jelas.

Terlalu banyak adegan-adegan yang random di sini. Seperti serangan lalat dari kedua sisi jalan, bentol-bentol di sekujur tubuh Kyle, Tuhan yang tiba-tiba marah tanpa alasan yang jelas, bayi Percy yang disebut-sebut sebagai penolong kehidupan manusia, dan sebagainya. Semua ini terkesan random karena penonton hanya bisa menerimanya saja tanpa ada alasan mengapa dan bagaimana hal tersebut bisa seperti itu. Sang sutradara benar-benar menciptakan banyak sekali plot hole di film ini yang membuat saya selalu berkomentar “apa sih?” sepanjang film. Banyak sekali faktor-faktor dalam film ini yang jadi nanggung dan menggantung, yang mengakibatkan cerita menjadi tidak masuk akal dan terkesan dibuat dengan asal-asalan.

Adegan yang lucu bagi saya hanya ketika si nenek menghujat-hujat dengan kata-kata kasar, lalu merayap-rayap di langit-langit layaknya seorang spidergrandmother. Saya ketawa ngakak pas liat adegan ini. Satu faktor yang patut dipuji lagi adalah akting Paul Bettany sebagai Michael, sisanya sangat biasa dan cenderung buruk sekali. Gado-gado, itulah sebutan saya untuk menggambarkan film ini karena ada adegan survival dari monster yang ada di film zombie yang bahkan nggak bisa dibilang zombie, mungkin lebih tepatnya zombie-zombiean, yang dicampur dengan nilai-nilai dalam kepercayaan Nasrani yang sangat ngawur seperti para malaikat yang ditampilkan seperti makhluk jahat yang merasuki manusia sehingga memiliki tampang, gerak-gerik, dan kemampuannya yang sangat mirip dengan iblis. Malaikat di sini juga anehnya bersayap hitam, bukan putih, sehingga membuat penonton bertanya-tanya tentang status malaikat di sini. Pada kulit luarnya, terkesan bahwa film ini pro-Nasrani, namun ternyata hal-hal yang disampaikan ambigu sekali, dan bisa jadi malah menghujat kepercayaan Nasrani.

Jadi, masih tertarikkah Anda untuk menonton Legion?

Score: 1.5/5

2 Balasan ke My Holiday Movies Review: Legion (2010)

  1. THE UNINVITED mengatakan:

    LUCU🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s