My Holiday Movies Review: Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief (2010)

“Percy Jackson adalah anak dewa, kalau gw sih cukup jadi anak mama aja.”

Sutradara: Chris Columbus

Pemain: Logan Lerman, Brandon T.Jackson, Alexandra Daddario, Jake Abel, Sean Bean, Pierce Brosnan, Melina Kanakaredes

Genre: Fantasy, Adventure

Durasi: 118 menit

Selamat datang di film pembuka section My Holiday Movies Review. Dari setumpuk film hasil minjem dari temen, gw milih film ini untuk ditonton paling pertama karena gw emang penggemar film bergenre fantasy-adventure. Gaya ngereview gw bakal diurutkan seperti ini: Intro – Sinopsis – Kesan Pribadi – dan terakhir Score.

Sinopsis:

Percy Jackson adalah seorang anak hasil pernikahan dewa Poseidon dan ibunya yang seorang manusia biasa. Dia sendiri tidak mengetahui kalau dia spesial, sampai suatu hari diserang oleh seekor monster berjenis Fury yang mengincar “petir” yang katanya dicuri oleh Percy. Sejak saat itu pun hidup Percy berubah total. Percy dibawa oleh ibunya dan pelindungnya yang menyamar sebagai teman sekolahnya yang bernama Grover ke kemah para ras Demigod yang sama seperti Percy. Dalam perjalanan mereka diserang oleh seekor Minotaur yang tampak membunuh ibu Percy.

Di kamp ini, Percy mulai belajar bertarung menggunakan pedang dan kekuatan Demigod-nya yakni mengontrol air untuk menyerang dan menyembuhkan diri. Malamnya, Percy dikunjungi oleh sesosok monster api yang merupakan manifestasi dari Hades, dewa neraka. Hades ternyata mengurung ibu Percy di neraka dan akan mengembalikannya apabila Percy membawakannya petir yang dicuri -yang bahkan Percy sendiri tidak pernah mencurinya-.

Bersama dengan Annabeth, anak dewi Athena, dan Grover, mereka bertiga pun melakukan perjalanan untuk pergi ke neraka. Sebelumnya mereka harus mencari tiga mutiara yang tersebar di berbagai area agar dapat kembali dari neraka dengan selamat.

Kesan Pribadi:

Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief memang punya judul yang terlalu panjang untuk sebuah film, namun sudah mencakup keseluruhan tema dan plot dari film ini.

Film ini cukup menghibur dengan plotnya yang mudah diikuti dan special effect yang memanjakan mata. Dari film ini kita bisa belajar mengenai mitologi Yunani tentang dewa-dewi, monster, lokasi, dan  sedikit konflik antar dewa, namun sudah dicampur dengan dunia modern. Sang sutradara cukup sukses dalam mengombinasikan mitologi dengan kehidupan modern, namun bagi gw agak janggal untuk menikmati kedua tema yang berbeda ini ke dalam satu film. Bisa anda bayangkan seorang anak laki-laki yang menggunakan pedang dan perisai besi, namun mengenakan T-shirt, celana panjang jeans dan sepatu kets? Ya, itulah Percy Jackson, sang tokoh utama kita.

Untungnya, gw nggak mengantuk saat menonton film ini karena memang cerita berjalan sangat cepat, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya sehingga tidak ada moment-moment yang tidak penting. Nilai jual utama dari film ini adalah para pemainnya yang memang sudah terkenal di barat sana. Gw berani menjamin sebagian besar penonton film ini adalah remaja cewek yang doyan melototin wajah Logan Lerman.

Salah satu moment terbaik di film ini adalah ketika geng Percy datang ke neraka menggunakan sebuah perahu. Pemandangan neraka bagus sekali dan bikin merinding. Ekspresi gw saat melihatnya sama dengan saat gw melihat pemandangan neraka versi Constantine. Singkat kata, epic!

Namun, sayang sekali film ini tidak begitu berkesan karena memang tipikal film Hollywood yang banyak beredar luas. Chris Columbus tidak memberikan sesuatu yang fresh sehingga film ini harus berakhir sebagai  “spin off Harry Potter”. Walau begitu, gw akan tetap menonton sekuel dari film ini yang rencananya akan berjudul “The Sea of Monsters”.

Score: 3/5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s