Indonesia’s Got Talent Review: Semi Final I

Indonesia’s Got Talent (IGT) adalah sebuah talent show yang telah tayang di Indonesia sejak 1 hingga 2 bulan yang lalu di stasiun televisi Indosiar setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 19.00 WIB. IGT adalah satu dari puluhan acara yang tergabung dalam 1 franchise “Got Talent” di seluruh penjuru dunia, contohnya Amerika dengan acaranya America’s Got Talent, China dengan China’s Got Talent dan lainnya. Aslinya acara ini berasal dari United Kingdom dengan acaranya yang berjudul “Britain’s Got Talent”.

Salah satu keunggulan dari acara ini adalah adanya standar format acara yang memang mengikuti Got Talent luar negri lainnya, membuat acara ini tidak hanya sekedar untuk meraup keuntungan, tapi benar-benar untuk menunjukkan dan mempertandingkan setiap talenta yang berkualitas.  Ruang lingkup talenta yang dipertunjukkan juga sangat luas dan bervariasi, dari daerah manapun, kalangan umur manapun baik muda maupun tua, bahkan hewan pun bisa menunjukkan talentanya di dalam acara ini.

Setiap pekan kontestan yang tampil di panggung IGT berubah-ubah, membuat penonton tidak cepat bosan untuk terus menyaksikan IGT. Setiap hari Sabtu kontestan tampil secara solo (perorangan atau per grup), sedangkan hari Minggu (Result Show di mana terdapat kontestan yang tereliminasi) tampil berduet dengan kontestan lainnya, biasa disebut sebagai jam session. Setiap minggu 8 kontestan tampil dan hanya 4 yang maju ke babak berikutnya, 3 berdasarkan perolehan SMS dan 1 berdasarkan pilihan dewan juri.

Sampai sekarang IGT sudah memasuki babak Semi Final putaran ke-4. Berarti sudah ada 16 peserta yang lolos dari 56 total peserta yang ada. Berikut adalah review saya mengenai Talenta yang Outstanding di mata saya untuk Semi Final I. Artikel ini bersifat subjektif, jadi jangan marah jika kandidat favorit Anda tidak disebut di bawah ini.

NB: Keterangan untuk Kontestan:

Bold: lolos ke babak 28 besar.

  • Merah : peroleh SMS tertinggi.
  • Biru : lolos melalui perolehan SMS (peringkat 2 & 3)
  • Hijau : lolos melalui judges’ choice (pilihan dewan juri)

Pink : menghadap dewan juri, tetapi tereliminasi karena kurangnya judges’ choice.

Orange: tereliminasi.

– Italic: kontestan Wild Card.

SEMI FINAL I (25-26 September 2010)

Untuk semi final pembuka IGT sudah menyuguhkan talenta-talenta yang unik dan bervariasi. Sejak saat ini saya terus mengikuti IGT setiap minggunya.

Kontestan:

  • The Lucky Family Band – Singer Group
  • Young Boys – Musician Group
  • Diwantara Anugrah Putra (Tara) – Singer (Seriosa)
  • Capoeira Bali Mixing – Variety (Capoeira)
  • Waysy – Variety (Dog Trainer/Action)
  • Elnoe Budiman – Musician (Drummer)
  • Vivi Nur Afiah – Singer/Comedian
  • Fajar Desmana (Ajay) – Dancer

THE BEST TALENT OF THE WEEK

Kontestan ini paling menarik perhatian saya karena talentanya yang jarang kita temui dan benar-benar outstanding.

YOUNG BOYS

Biodata:

Kenan, Yongki, Andreas dan Clyde bertemu pertama kali di satu tempat kursus music sebelum akhirnya bergabung membentuk Young Boys. Terbentuk pada tahun 2006, keempat remaja ini sudah terlebih dulu akrab dalam pertemanan dan sering hang out bersama. Pertama kali tampil di atas satu panggung yang sama dalam sebuah konser di sekolah musik mereka, membuat keempatnya mempunyai ide untuk membentuk Young Boys. Nama Young Boys dipilih karena jenjang umur mereka yang memang masih muda dan ingin bisa muda selalu. Young Boys bukanlah grup music biasa. Masing-masing personilnya memiliki kemampuan yang sangat istimewa. Keempatnya mampu menjadi composer musik dan pernah mengadakan konser mulai dari mall-mall di 10 kota di Indonesia bahkan hingga Tokyo pada sebuah kesempatan studi banding. Hal lain yang berbeda dari grup ini ialah konsep tontonan menarik yang belum pernah ditemukan di Indonesia. Aransemen music yang megah, koreografi tarian hingga unsur teatrikal menjadi digabungkan ke dalam satu pertunjukkan talenta yang dahsyat. Sebuah misi yang diusung oleh keempat anak muda ini dalam mengikuti INDONESIA’S GOT TALENT ialah untuk menunjukkan pada dunia bahwa musisi Indonesia dapat bersaing dan tidak kalah hebat dari musisi yang ada di mancanegara. Persiapan yang mereka lakukan untuk memukau Indonesia pada Tahap Semi Final ini pun tidak main-main. Selain mengaransemen ulang lagu Indonesia dan latihan hingga 5 kali seminggu, meminta dukungan penuh dari keluarga juga menjadi salah satu persiapan yang mereka lakukan. David Foster, Mozart, Jamiroquai dan Dream Theatre hanyalah sedikit dari banyaknya musisi yang mereka jadikan referensi dalam bermain.

Kesan Pribadi:

Young Boys merupakan kontestan terbaik pada SF I. Kemahiran mereka berempat dalam memainkan alat musik yang bervariasi mulai dari drum, piano, electone dan timbani, memang tidak perlu diragukan lagi. Ditambah dengan bumbu teatrikal seperti komedi dan koreografi membuat nilai entertainment yang mereka suguhkan sangatlah tinggi. Saya sangat menantikan atraksi apa lagi yang akan mereka tampilkan pada babak 28 besar nanti.

OTHER NOTABLE TALENTS

Kontestan berikut juga perlu diberikan pujian karena talentanya yang berkualitas.

THE LUCKY FAMILY BAND


Biodata:

Band keluarga yang baru terbentuk sejak tahun 2009 ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Terdiri dari Ayah, Ibu dan 4 orang anak laki-laki, talenta bermusik mereka patut mendapatkan acungan jempol. Masing-masing dari personilnya sudah pernah mendapatkan gelar juara di berbagai kompetisi dan memiliki pengalaman bermusik yang tidak sedikit. Lisa, sang Ibu, dan Heri, sang Ayah, pertama kali bertemu di sebuah festival musik di Lampung dan kemudian memutuskan untuk menikah. Darah musik mengalir kental di keluarga ini, keempat anak laki-laki mereka pun ikut bermusik hingga akhirnya memutuskan untuk membentuk Lucky Family Band. Aliran musik yang mereka bawakan sangat beragam mulai dari pop, rnb hingga ballad. Karakter vocal sang ibu yang khas ditambah talenta music sang ayah dan anak-anaknya menghasilkan band yang tidak hanya menghibur namun juga berkualitas. Ketika tahu bahwa Lucky Family Band berhasil memasuki Tahap Semi Final INDONESIA’S GOT TALENT, Lucky Family Band begitu antusias mempersiapkan diri. Latihan setiap hari dan menambah referensi music adalah beberapa hal yang mereka lakukan untuk dapat tampil maksimal nantinya. Lucky Family Band mengikuti ajang INDONESIA’S GOT TALENT karena ingin bisa lebih dikenal oleh masyarakat dan menjadi musisi professional. Memiliki minat dan jiwa yang sama membuat keluarga ini super kompak. Dari mulai memilih lagu, membuat aransemennya hingga urusan kostum selalu didiskusikan bersama. Keluarga merupakan motivasi yang paling utama bagi mereka agar dapat terus maju hingga tahap selanjutnya lagi. Menurut pengakuan Lisa, sang Ibu, berhasil menjadi salah satu semifinalis INDONESIA’S GOT TALENT merupakan salah satu hal terbaik yang pernah terjadi pada keluarga mereka.

Kesan Pribadi:

Mungkin kontestan penyanyi di IGT memang banyak sekali, tetapi yang membuat The Lucky Family Band unik adalah para personilnya yang merupakan 1 keluarga pemusik semua. Yang paling menonjol adalah sang ibu sebagai vokalis. Suaranya sungguh powerful, mengingatkan saya pada penyanyi barat Celine Dion. Sangat jarang ada keluarga seperti ini di Indonesia. Mereka memang benar-benar contoh keluarga yang harmonis dan sangat beruntung untuk memiliki satu sama lainnya.

 

DIWANTARA ANUGRAH PUTRA (TARA)—tereliminasi

Biodata:

Lelaki bernama lengkap Diwantara Anugrah Putra ini sudah memiliki bakat menyanyi sejak kecil. Soundtrack film Disney menjadi lagu pertama yang ia nyanyikan dalam sebuah perlombaan di usia 4 tahun. Meskipun sadar bahwa dirinya memiliki talenta bernyanyi, Tara tidak pernah belajar di sekolah musik hingga tahun 2008 lalu. Keputusannya untuk mendalami music seriosa setelah menonton penampilan Il Divo di sebuah televisi swasta membuatnya bergabung dengan sebuah sekolah musik. Sebelum jatuh cinta dengan seriosa, pria berusia 21 tahun ini telah sering bernyanyi dalam genre nasyid. Ia bahkan menjadi bagian dari pemecahan rekor MURI di tahun 2007 lalu bersama 99 tim nasyid lainnya. Diakui Tara, keinginannya untuk menjadi penyanyi professional dan memperkenalkan seriosa kepada masyarakat Indonesia menjadi motivasi awal keikutsertaannya dalam INDONESIA’S GOT TALENT. Motivasi lain tentunya adalah untuk membahagiakan dan membanggakan keluarganya yang selalu mendukung sejak awal audisi hingga Tahap Semifinal ini. Impian terbesar Tara ialah bahwa suatu hari nanti ia akan bisa berada di satu panggung dan berkolaborasi dengan Il Divo. Karena Il Divo lah Tara jatuh cinta pada music seriosa. Untuk Tahap Semifinal ini, ia telah mempersiapkan diri secara maksimal. Selain berlatih setiap hari, Tara juga mengubah sebuah lagu dari aransemen dan cara bernyanyi yang sederhana menjadi megah dan kental dengan unsur opera.

Kesan Pribadi:

Sayang sekali Tara sudah tereliminasi, padahal kemampuan menyanyinya sangatlah di atas rata-rata. Suaranya yang sangat merdu dan kemahirannya dalam musik seriosa perlu diacungkan 2 jempol. Saat menonton penampilan solonya, saya sangat terpukau dan menikmati nyanyiannya, apalagi disertai dengan alunan nada dari choir, yang menambah nilai plus di mata saya. Kolaborasinya dengan Ajay di Result Show adalah puncak dari performancenya.

 

FAJAR DESMANA (AJAY)—tereliminasi

Biodata:

Fajar Desmana yang akrab dipanggil Ajay ini berhasil mempesona ketiga juri dengan gerakan-gerakan indahnya pada saat penjurian di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Kemampuan gymnastic yang didukung dengan perpaduan gerakan tari, akrobatik, cheerleading hingga tari salsa yang ia kuasai bisa menyihir seisi Teater Tanah Airku hingga ia mendapatkan 3 YES. Telah aktif bergymnastic sejak kelas 2 SD, Ajay justru tidak ingin menyebut dirinya seorang penari. Menurut lelaki yang pernah menjadi instruktur ice skating ini, talenta yang ia miliki bernama figure art atau seni olah tubuh. Melalui figure art inilah Ajay ingin mempersembahkan pertunjukkan yang benar-benar berbeda, karena di setiap penampilannya ia menggabungkan berbagai gerakan mulai dari tarian tradisional, salsa, akrobatik hingga ballroom dance. Karena baru 1 tahun menari dan merasa masih harus banyak belajar, Ajay langsung menambah perbendaharaan gerakannya dengan cara mempelajari beberapa tarian tambahan seperti rumba dan cha-cha. Aktif di sanggar tari dan mengajar tari setiap hari tidak membuat pengagum Didi Nini Thowok ini kehabisan waktu guna menciptakan kreasi baru untuk ditampilkan di Panggung Semifinal INDONESIA’S GOT TALENT Sabtu ini. Inspirasi tarian yang akan ia tampilkan berasal dari sakit Lupus yang di derita sang ibu. Dengan mengikuti INDONESIA’S GOT TALENT, ia berharap bisa membahagiakan sang Ibu sekaligus terjun langsung ke dunia entertainment dan menjadi seorang penari professional.

 

Kesan Pribadi:

Dari sekian banyak dancer di dalam IGT, Ajay adalah salah satu dancer terbaik yang ada. Tubuhnya yang sangat luwes terkesan seperti tidak bertulang, tetapi itulah yang menjadi kekuatan utamanya. Pada saat atraksi solo, Ajay menampilkan tarian yang menggambarkan metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu dengan sangat indah. Kolaborasinya dengan Tara di Result Show juga benar-benar bagus karena dia berdansa dengan seorang wanita. Dengan diiringi suara merdu dari Tara, rasanya memang seperti sedang menonton sebuah opera di luar negeri sana. Sangat disayangkan dia tereliminasi.

 

Sekian review saya untuk Indonesia’s Got Talent Semi Final I. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca.

 

Sumber Gambar & Biodata: Official IGT Site

Satu Balasan ke Indonesia’s Got Talent Review: Semi Final I

  1. dzofar mengatakan:

    sayang sekali ya… peroleh sms yang kurang dari permirsa membuat yang berkualitas bisa kalah sms dibanding yang biasa saja… hmmm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: