Siapkah Anda untuk Dicintai dan Mencintai Seseorang?

Kapankah kita siap untuk mendapatkan hak kita untuk mencintai dan dicintai seseorang dalam hidup kita?

Untuk itu, mari kita merefleksikan terlebih dahulu apakah diri kita sendiri sudah siap untuk mencintai dan dicintai orang tersebut.

Jika Anda berpikir atau mengalami kondisi seperti di bawah ini berarti Anda belum siap untuk memperoleh hak tersebut:

 

  • Kesiapan bukan diukur ketika Anda merasa kesepian karena Anda akan selalu merasa kesepian. Kalau Anda berpikir dengan memiliki pacar maka hidup Anda tidak bakalan terasa sepi lagi, Anda salah! Karena kesepian adalah kondisi pikiran. Tidak ada seorangpun kecuali diri Anda sendiri yang dapat mengubahnya.
  • Kesiapan bukanlah ketika Anda ingin melupakan seseorang. Ini menjadi tidak adil bagi pasangan Anda yang baru nantinya, karena Anda terus bepikir tentang seseorang di masa lalu. Anda belum membebaskan pikiran Anda dari masa lalu. Anda tetap memikirkan dirinya sementara Anda telah memiliki komitmen dengan pasangan yang baru. Pelarian bukan jawaban, Anda hanya akan menjadi penghancur hati dan perasaan orang lain. Puas?
  • Kesiapan bukanlah ketika Anda melarikan diri dari kebenaran. Beberapa orang berpikir lari dari kenyataan akan mempermudah semuanya, nyatanya tidak. Masalah justru semakin rumit saat Anda lari.
  • Kesiapan bukanlah ketika Anda kuatir akan masa depan. Beberapa orang ‘ngebet’ gara-gara masuk UP alias usia panik. Mereka pun melakukan segala cara untuk memiliki pasangan, untuk dicintai. Kesiapan bukanlah soal usia, tapi tentang kedewasaan karakter!
  • Kesiapan bukanlah ketika Anda ditaklukkan oleh nafsu. Tidak sedikit orang yang mati-matian mengejar cinta atas dasar nafsu. Namun, mereka menutupi motivasi itu dan membenarkan diri mereka sendiri dengan berkata, “Ini adalah cinta!” Faktanya mereka hanyalah orang-orang menyedihkan yang diperintah oleh nafsu.
  • Kesiapan bukanlah ketika Anda perlu untuk dicintai. Untuk dicintai orang lain, maka Anda harus terlebih dahulu mencintai.
  • Kesiapan bukanlah ketika Anda sedang terluka. Hanya waktu dan diri Anda sendiri yang bisa menyembuhkan luka Anda . Bukan orang baru yang Anda perlakukan dengan tidak adil. Anda pikir Anda tidak mengambil apa-apa darinya. Tapi waktu begitu berharga. Bayangkan bagaimana ia selalu mendengar keluhan Anda untuk kemudian Anda abaikan ketika Anda menemukan orang yang baru. Ini tidaklah adil.

 

TETAPI KESIAPAN ADALAH INI:

  • Ketika Anda siap dan memiliki persiapan yang baik untuk menghadapi konsekuensi dalam situasi yang rentan. Selama Anda tidak siap menerima konsekuensi, jangan pernah bermimpi untuk sampai di sana. Terus-menerus sekedar berpikir tentang konsekuensi justru menjadi penyebab mengapa banyak orang tidak beranjak dari tempat mereka berdiri.
  • Ketika Anda tidak lagi dihantui oleh masa lalu atau mengkuatirkan masa depan. Ketika Anda bebas, Anda akan menemukan cinta.

 

  • Ketika Anda sepenuhnya bertanggungjawab dalam kehidupan Anda saat ini. Selama Anda tidak bisa bertanggungjawab dengan hidup Anda, jangan harap Anda bisa dicintai.

 

  • Ketika Anda tidak lagi peduli dengan hasilnya dan berjuang dengan segenap kekuatan Anda dalam ketulusan.

 

  • Ketika Anda tidak lagi berlari dan bersembunyi dari diri Anda. Selama Anda tidak bisa menerima diri sendiri, orang lain TIDAK AKAN PERNAH bisa menerima Anda.
  • Ketika Anda dapat mulai menerima kelemahan orang lain. Tanpa toleransi, Anda tidak akan mendapatkan apa-apa.
  • Ketika Anda melakukan apa yang Anda katakan, dan Anda bersungguh-sungguh untuk hal itu. Tidak seperti sekumpulan orang munafik. Integritas adalah sebuah keharusan.
  • Ketika Anda berhenti membuat standar yang omong kosong. Standar yang tidak masuk akal tanpa ‘berkaca’ hanya akan menjadi bahan tertawaan.
  • Ketika Anda berhenti bersikap seperti anak kecil dan mengambil langkah berani untuk menjadi dewasa.
  • Ketika Anda menjalani hidup Anda sepenuhnya tanpa ada penyesalan. Sampai Anda berhenti menyalahkan orang lain dan mengambil tanggung jawab 100% dalam hidup Anda, Anda TIDAK akan pernah dipulihkan.

 

Sumber: artikel sebuah majalah yang di-publish dalam bentuk notes FB oleh teman saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: