IP Cum Laude, Apakah Bagus?

Hampir semua mahasiswa pasti menginginkan IP Cum Laude. Bagi yang tidak mengerti, IP adalah Indeks Prestasi yang berkisar antara 0.00-4.00, yang secara tidak langsung maupun langsung menunjukkan kemampuan belajar seorang mahasiswa. Cum Laude berarti “dengan pujian”, dengan kisaran antara 3.51-4.00. Tentu saja untuk mencapai IP Cum Laude butuh perjuangan yang sangat keras, karena bisa dianggap kamu harus mendapatkan nilai A untuk hampir seluruh mata kuliah yang kamu tempuh dalam 1 semester.

Bukan berniat sombong, tetapi pada semester 1 IP saya termasuk dalam kategori Cum Laude. Saya sendiri benar-benar tidak menyangka, padahal untuk mendapat 3.00 saja saya tidak pernah terpikirkan sama sekali. Yah, itu juga karena saya masih termasuk maba (mahasiswa baru) yang belum mengerti total mengenai seluk-beluk dunia perkuliahan.

Bangga? Senang? Tentu saja ada perasaan-perasaan semacam itu, tetapi mendapat IP Cum Laude itu tidak selamanya baik bagi diri kita. Salah satu penyebab mengapa saya bisa mendapat IP Cum Laude adalah karena mata kuliah di semester 1 benar-benar masih dasar sehingga cukup mudah untuk dicerna.

Bayangkan penderitaan seorang penyandang IP Cum Laude. Bagi saya, IP Cum Laude memberikan tekanan batin yang sangat besar.

Pertama: IP Semester 1 biasanya kita jadikan patokan standard IP kita. Misalkan IP kita masih rendah, kita pasti terdorong untuk menaikkan IP di semester berikutnya, sekurang-kurangnya harus sama dengan IP semester 1. Jika IP kita termasuk Cum Laude, berarti patokan standard kita sudah sangat tinggi.

Kedua: Semakin kita naik semester maka pelajaran akan semakin sulit dan butuh pemahaman yang mendalam untuk benar-benar mengerti apa maksud dan tujuan dari pembelajaran mata kuliah tersebut. Untuk mendapat nilai B saja butuh perjuangan keras, apalagi A. Itulah penyebab utama mengapa kecenderungan sebagian besar IP mahasiswa terus mengalami penurunan dari semester ke semester. Bagi para mahasiswa Cum Laude akan berdampak besar karena akan sangat-sangat sulit untuk mempertahankan bahkan menaikkan IP-nya, mungkin saja IP mereka malah turun drastis. Misalkan IP seorang mahasiswa Cum Laude turun 0.3 akan terasa sekali dampaknya daripada mahasiswa non-Cum Laude yang turun 1.0 karena didasari oleh alasan pertama, yaitu patokan standard IP yang sudah terlanjur tinggi.

Ketiga: Tekanan dari orang tua juga berpengaruh. Orang tua kita tentunya tahu bagaimana perkembangan prestasi kita dari semester ke semester karena tiap akhir semester selalu dikirim DPS (Daftar Perkembangan Studi) ke rumah para mahasiswa. Digabung dengan alasan pertama dan kedua, maka orang tua biasanya akan membuat patokan kemampuan anaknya dari IP yang paling pertama mereka lihat, yaitu IP semester 1. Misalnya IP kita turun dari semester 1 ke 2, tetapi masih tergolong dalam IP Cum Laude, maka mereka akan menuntut kita untuk belajar lebih keras karena mereka tidak peduli apa itu Cum Laude. Yang mereka perhatikan hanyalah adanya penurunan prestasi yang pastinya dinilai buruk di mata mereka.

Setidaknya itulah yang saya rasakan sekarang. Saya benar-benar kewalahan untuk mempertahankan IP saya. Apalagi saya mendapatkan dosen yang kurang enak dalam menjelaskan mata kuliahnya, yang sialnya adalah mata kuliah yang mematikan dengan jumlah SKS yang cukup tinggi. Yah, inilah sedikit curahan batin saya, yang saya yakin pasti dirasakan oleh para mahasiswa Cum Laude lainnya di luar sana.

3 Balasan ke IP Cum Laude, Apakah Bagus?

  1. Tina Latief mengatakan:

    membaca ini saya jadi terinspirasi mas, tetapi sedikit takut..
    pasalnya saya mahasiswa baru yang belum aktif kuliah..
    ini bisa jadi inspirasi buat saya ketika belajar dan mempertahankan IP nanti..
    yang pasti terus belajar adalah satu-satunya kunci untuk tetap cumlaude..

  2. fadhli mengatakan:

    ‘fadhliyusuff@gmail.com ya saya mau nanya ‘bagaimana cara mas membuat tab menu tsb di wordpress’ krn saya tdk mlihat ada menu pilihan insertt html, mohon bantuanya..

  3. opinshare mengatakan:

    Cumlaude itu gelar untuk hasil IPK mas, bukan IP semester 1. Tidak ada orang menyandang IP cumlaude pada semester 1 doank. Adanya summa cumalaude, magna cumlaude, cumlaude, lulusan dengan pujian, maupun lulusan biasa2 saja itu dilihat pada IPK setelah nilai tugas akhir/tesis/skripsi keluar. Sekalipun IPKnya 5,0 kalau skripsi/tesisnya AB/B ya gak akan pernah bisa cumlaude. Syarat cumlaude bukan semata dari nilai IP, tapi ada pertimbangan lain seperti nilai tugas akhir dan masa tempuh pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: