Warna Warni Kehidupan

Saya sangat semangat kalau sudah mengangkat topik tentang kehidupan. Kenapa? Mudah sekali jawabannya, karena kehidupan ini adalah suatu misteri yang sangat menarik dan bisa ditelusuri dari berbagai dimensi.

Saya cuma ingin sekedar share sedikit pengalaman hidup saya, yaitu bagaimana cara saya mengatasi rasa bosan akan kehidupan ini. Saya sempat benar-benar merasa lelah untuk menjalani hidup karena menurut saya dunia ini sangat membosankan, saya juga terkekang oleh rutinitas yang berulang-ulang terus, juga saya merasa tidak ada lagi hal menarik yang bisa saya alami dalam hidup saya. Rasanya sangat kosong dan sepi, dan saya sadar bahwa 2 hal tersebut adalah racun yang sangat berbahaya yang harus segera saya cari “obat” untuk memulihkannya.

Saya selalu menganalogikan hati manusia sebagai sebuah gelas. Gelas tersebut bisa terisi atau kosong. Isi dari gelas tentu saja adalah air, tetapi air tersebut apakah bening atau berwarna-warni?

Ada 3 kondisi gelas tersebut:

1. Jika kita merasa seolah-olah hidup di luar, tapi ternyata mati di dalam, berarti gelas tersebut benar-benar sudah kosong. Ini adalah kondisi yang terburuk dan harus diwaspadai, karena bisa saja kita mengalami gangguan jiwa, bahkan timbul pikiran untuk segera mengakhiri hidup kita.

2. Jika kita merasa sibuk, atau lebih tepatnya menyibukkan diri supaya tidak diserang oleh rasa sepi, maka gelas kita memang terisi, tapi oleh air yang bening, tidak berwarna, monoton. Itulah alasan mengapa kita sering mengeluh bosan dan lelah, karena kita menggunakan kesibukan tersebut sebagai pelarian. Kita mengikat diri kita dengan rutinitas kegiatan, supaya kita tidak sempat untuk berpikir bahwa kita sebenarnya sedang merasa benar-benar kesepian.

3. Jika kita benar-benar bersemangat menjalani hidup, dan selalu memandang hidup dari sisi positif maka bisa dipastikan bahwa gelas itu terisi dengan air yang berwarna-warni.

Oke, jujur saja saya pernah mengalami kondisi ke 2 dan 3 saja, untunglah kondisi nomor 1 belum pernah saya alami. Saat saya masih kecil tentu saja kondisi gelas saya adalah yang nomor 3 karena pada dasarnya anak kecil memang belum berpikir kritis dan polos mengenai kehidupan dan sangat energik. Semenjak saya menjadi mahasiswa, saya jadi sering sekali mengalami kondisi nomor 2. Kalau kita terlalu sering megalami kondisi ke-2, maka tidak heran kita akan terjerumus ke dalam kondisi nomor 1.

Saya akan membahas kondisi nomor 2 dulu. Sebenarnya kenapa saya bisa terjerumus ke dalam kondisi seperti ini? Saat kuliah, pasti setidak-tidaknya kita akan merasa bahwa kuliah itu sangat membosankan, kalau dibandingkan dengan masa SMA seperti terjadi degradasi. Bayangkan saja setiap hari kita datang ke kampus untuk mengikuti rentetan pelajaran yang sangat membosankan. Lingkungan pergaulan pun sudah beda. Pada tiap kelas saya harus bertatap muka dengan orang yang berbeda-beda terus, sangat beda dengan saat SMA di mana anggota 1 kelas memang sudah fix dari awal. Tentu saja ini mengurangi kesempatan untuk bergaul lebih dalam dengan teman. Mungkin beberapa pembaca akan berkomentar “Justru kalau orangnya beda-beda terus setiap kelas bisa kenalan dengan lebih banyak orang.” Ya saya tidak bisa memungkiri itu, memang benar kamu bisa mengenal banyak orang, tetapi intensitas kamu bertemu dengan orang tersebut sangat kurang, mungkin saja cuma 1 minggu 1x atau 2x saja dan cuma beberapa jam. Itulah alasan mengapa kita tidak bisa mencari “sahabat” di dunia perkuliahan. Beberapa orang juga sudah mengubah orientasi pergaulan di kampus dari mencari sahabat menjadi mencari koneksi.

Kesalahan fatal yang saya lakukan adalah saya sengaja membuat jadwal kuliah saya menjadi lebih padat dengan mengambil SKS maksimal sebanyak 24. Saya menggunakan kuliah sebagai pelarian saya dari rasa sepi, tanpa tahu bahwa gara-gara itu saya malah terjumus semakin dalam ke dalam rasa sepi tersebut. Saya menjadi sangat lelah dengan rutinitas saya dan sering sekali mengeluh dan bertanya apa sebenarnya tujuan saya hidup, dan untuk apa saya hidup? Saya mencari beberapa kesibukan lainnya, salah satunya dengan membuat novel yang sebenarnya adalah keluh kesah pribadi saya sendiri.

Untunglah pada semester 3 ini saya sudah mendapatkan “obat” untuk menyembuhkan “gelas bening” tersebut. Saya sadar bahwa kunci utama cara untuk membuat hidup ini berwarna-warni terletak pada kegiatan baru dan orang.

Pada saat libur lebaran saya melakukan kegiatan baru yaitu berlibur ke Jakarta. Ternyata saat saya berlibur, saya sama sekali tidak merasa bosan dan sepi, bahkan pikiran akan 2 hal itu saja sama sekali tidak timbul. Berarti memang kita harus melakukan kegiatan baru, kegiatan yang sangat berlainan dari rutinitas kita, yang sangat jarang kita lakukan. Tidak perlu selalu harus pergi ke tempat yang jauh, banyak hal-hal kecil yang bisa terbilang baru untuk kita sendiri. Saya juga mencoba untuk sekali-kali membersihkan rumah sendiri, ternyata asik juga. Maklum, selama ini saya selalu mengandalkan asisten rumah tangga (baca: pembokat) untuk menangani masalah kebersihan rumah. Mungkin kalian bisa saja mencoba untuk wisata kuliner ke rumah makan yang belum pernah kalian kunjungi, atau mencoba mempelajari hal-hal baru seperti memasak dll. Tenang saja, tidak selalu kita harus mengeluarkan uang untuk melakukan kegiatan baru kok (khusus untuk orang yang pelit :))

Obat kedua adalah orang. Ya, orang di sini adalah orang-orang yang berada di sekitar kita. Tetapi saya akan lebih menekankan pada orang lain yang kita sebut “teman”. Menurut saya, teman lama tidak termasuk dalam kategori ini. Yang paling penting adalah teman baru. Kita harus memberanikan diri mencari teman baru sebanyak yang kita mampu. Dari teman baru kita bisa mendapat banyak sekali hal-hal baru yang tidak kita ketahui. Sedikit cerita, selama ini saya seperti sudah terikat dengan satu geng. Ke mana-mana dan ngapain aja pasti sama geng itu. Awalnya memang terasa asik, tapi lama-lama ternyata rasa bosan muncul juga. Itu menandakan sudah saatnya kita untuk mencari teman baru, tapi jangan juga sampai membuang teman lama kita begitu saja. Beruntung sekali sekarang saya berhasil mendapat beberapa teman baru yang sangat menyenangkan. Topik pembicaraan tidak pernah basi, dan saya juga jadi lebih mengenal budaya kota lain (teman-teman baru saya dominan berasal dari luar kota). Tidak disangka ternyata mereka yang berasal dari luar kota sangat-sangat lebih menerima teman baru ketimbang orang lokal. Dengan orang baru, bahkan ketika kita melakukan rutinitas yang biasa akan terasa luar biasa. Saya tidak membual karena saya memang merasakannya sendiri🙂

Sepertinya pembaca juga sudah mulai bingung dengan arah pembahasan artikel ini yang mulai berbelit-belit. Semoga saja dengan membaca artikel ini, kalian juga bisa membuat hidup kalian lebih berwarna-warni. Pesan terakhir saya: lakukanlah kegiatan baru dan carilah teman baru untuk mewarnai kehidupan kalian.

6 Balasan ke Warna Warni Kehidupan

  1. Jayodal mengatakan:

    wwkwkwkwkkw…
    apakah saya termasuk teman itu???? (kepedean >.<)

    hmmm bgs juga ya..
    ya tiap org punya kebahagiaan dan "kesengsaraan" dalam hdupnya…
    tpi biar hidup lebih enak ya mikir2 positif aja dan selalu trsnyum mskipun udh mau meledak..
    wkwkwk

  2. jingle mengatakan:

    hmm setuju hal yg baru ato yg hal yg lepas bgt dr rutinitas kt emg slalu bikin hidup terasa lbh fresh

  3. Oscar mengatakan:

    waw….
    hehehhehe
    keren2…
    like this article lah..
    hehhehehe

  4. Mishu mengatakan:

    walah..
    atas ane nge junk nih..
    ane batain baru tau rasa..
    wakaka..

    comment ane :
    bener juga tuh gan..
    terkadang bosen..
    tp kalau dibkin sibuk dengan kegiatan yg ga berguna sperti maen game jg malah ngerusak..
    skrg dah tobat sih..
    hiks2.

  5. Riku mengatakan:

    @All: thx a lot buat tanggapannya😀

  6. fakta terkonyol mengatakan:

    Having read this I thought it was rather informative.
    I appreciate you spending some time and effort to put this informative article together.
    I once again find myself spending a significant amount of
    time both reading and commenting. But so what, it was
    still worthwhile!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: