Karya Saya yang Tidak Kunjung Selesai

Pernahkah kamu membuat suatu karya namun hingga detik ini belum juga selesai? Kemungkinan besar semua orang pasti pernah mengalaminya, begitu juga dengan saya.

Dulu pas saya masih sekolah, saya sering mengisi waktu dengan membuat karya-karya untuk menyalurkan imajinasi saya yang memang sedang dalam titik puncaknya. Mulanya memang saya bersemangat sekali untuk terus melanjutkannya dengan harapan bisa dinikmati oleh teman-teman saya yang lain. Sayangnya seiring waktu, daya tarik tersebut mulai menghilang dan menghilang, yang pada akhirnya terbengkalai dan tidak pernah ada niat untuk melanjutkannya lagi. Mau bagaimana lagi, alasan utama mengapa saya membuat karya itu adalah semata-mata cuma untuk memuaskan diri sendiri saja. Jika saya sendiri saja sudah tidak menikmati proses pembuatannya bagaimana dengan para konsumen? (NB: Konsumen = pengguna produk/jasa. Maklum saya ini anak Ekonomi jadi kebiasaan pakai istilah seperti ini)

Berikut adalah karya-karya saya yang sudah terbengkalai tersebut, diurutkan mulai dari masa pembuatan paling awal.

1. The Adventures of Tobaby

Judulnya saja sudah kekanak-kanakan banget. Maklum, memang saya buat pas saya masih duduk di bangku SD kelas 4. Ini adalah sebuah komik yang terinspirasi dari Power Ranger. Ceritanya di sebuah planet nun jauh dari Bumi ada sebuah kehidupan di mana spesies yang menempati planet tersebut berciri-ciri fisik seperti sebuah telur yang memiliki sepasang mata, hidung dan mulut, juga ekor, yang disebut dengan Tobaby. Desain karakter ini terinspirasi dari Pokemon bernama Togepii. Tokoh utama bernama Jacky. Pada suatu hari ia tiba-tiba mendapatkan kekuatan ajaib dan bisa berubah menjadi sosok yang kuat lengkap dengan kostumnya. Kalau Power Ranger berubah memakai jam tangan, maka Tobaby berubah dengan sebuah koin.

Tidak hanya Jacky yang menjadi superhero, tapi masih ada orang lain juga yang memiliki kekuatan yang hampir sama dengannya. Ada juga tokoh jahat yang bisa berubah dengan kekuatan Dark Coin. Jadi, inti ceritanya tim Jacky harus menghancurkan tim antagonis ini untuk menyelamatkan dunia. Sangat sederhana, bukan?

Saya menggambarnya di buku tulis bergaris yang cuma setebal 40 halaman. Sebenarnya seri ini sudah tamat, tapi saya reboot menjadi lebih bagus. Sayangnya seri reboot ini malah nggak sempet diselesaikan gara-gara bukunya disita oleh guru dan tidak pernah dikembalikan sampai sekarang.

2. Fantasy Dreamer

Ini adalah sebuah game buatan saya yang menggunakan software RPG Maker 2003. Sebelumnya saya juga sudah pernah membuat game berjudul lain, tapi terus-menerus saya reboot karena nggak sesuai dengan keinginan saya. Karya ini saya buat pas saya kelas 2 SMA. Dibantu oleh seorang teman saya yang bernama Irvan yang sangat mahir dalam pemprograman komputer, game ini bercerita tentang seorang anak bernama Vias yang memiliki misi untuk menyelamatkan teman-temannya yang terlempar ke dunia lain dikarenakan suatu sebab.

Uniknya, banyak karakter yang menggunakan nama teman-teman SMA saya, dan penokohan mereka memang sengaja saya cocokkan dengan kepribadian teman-teman saya. Bahkan setting ruang pertama adalah sebuah map yang saya desain mirip sekali dengan sekolah saya. Memang rencananya game ini saya buat sebagai kenang-kenangan perpisahan untuk teman-teman saya setelah lulus SMA.

Secara tidak langsung, dunia lain tempat Vias bertualang sangat terinspirasi dari game Ragnarok Online yang dulu sempat saya mainkan dengan gila-gilaan. Map-nya saya rancang semirip-miripnya dengan map di game online tersebut. Begitu pula dengan sprite para monster-nya. Job para hero pun meniru game RO (ada Swordman, Archer, Acolyte, dll) lengkap dengan skill-skillnya.

Game ini saya rencanakan terdiri dari 7 chapter, dan sudah selesai 4 chapter. Tapi sayangnya proyek ini berhenti di tengah jalan karena keterbatasan waktu dan banyaknya bug dalam game sehingga sangat tidak nyaman untuk dimainkan. Saya sudah berkali-kali mencoba untuk menyelesaikan game ini, tetapi minat saya sudah terlanjur hilang tak berbekas.

3. Air Pelangi

Yang terakhir ini adalah karya terbaru saya yang saya buat saat kuliah semester 2. Formatnya adalah novel yang bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama Eriol yang selalu memandang kehidupan dari sisi negatif. Di awal cerita dia bertemu dengan seorang perempuan periang bernama Airine, yang tidak lain adalah pacar dari sahabat baiknya yang bernama Jeremy. Jeremy harus pergi ke luar negeri untuk kuliah, dan dia meminta tolong Airine untuk mengubah Eriol menjadi orang yang lebih “hidup”. Airine menyanggupinya, walaupun pada kenyataannya tidaklah semudah yang dia bayangkan.

Salah 1 inspirasi terbesar saya untuk menulis novel adalah karena saya membaca novel Perahu Kertas karangan Dee. Jadi saya juga ingin mencoba membuat cerita seperti dia, tetapi memang sangat tidak mudah, apalagi saya selalu terbentur masalah diksi. Maklum, saya memang penulis amatiran. Selain itu, saya juga terinspirasi dari sebuah drama Korea berjudul God of Study, yang menurut saya memiliki story-line yang sangat menarik. Rasanya jadi ingin bisa membuat cerita seperti drama tersebut.

Novel ini baru berjalan sebanyak 6 chapter, yang saya publish setiap minggu di notes Facebook dan dibaca oleh teman-teman saya. Mereka juga sering memberi komentar pada setiap chapter novel ini. Jujur saja, komentar mereka -lah yang mendorong saya untuk terus menulis lanjutan novel ini. Tapi, lagi-lagi saya mandeg ide, jadi saja karya ini terbengkalai begitu saja.

5 Balasan ke Karya Saya yang Tidak Kunjung Selesai

  1. jingle14 mengatakan:

    Hmmmm kalo ga slh dlm game lo itu, gw bisa ditemui di WC kan? trus ntar gw yg jadi Last Boss itu kan?

  2. Riuna mengatakan:

    lanjutin fantasy dreamer!!!!!! storynya ajalah rik~~~😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: