Pengalaman Terkonyol Setelah 6 Semester Kuliah

Saya kuliah di fakultas kedokteran umum dan sekarang baru saja memasuki semester 7. Begitu banyak pengalaman yang saya dapatkan mulai dari pengalaman yang lucu, menyedihkan, bahkan menakutkan. Tapi untuk pengalaman terkonyol saya baru merasakannya pada semester 7.

Catatan :

Setelah membaca artikel ini mungkin Anda tidak akan merasa lucu. Saya menulis ini karena sudah tidak tahu lagi bagaimana menggambarkan kekonyolan ini. Tapi saya menyediakan video dibawah untuk mengilustrasikan seperti apa kira-kira saya tertawa.

Intinya, saya tertawa dan tidak bisa berhenti waktu presentasi di kelas dan parahnya saya tertawa sampai menangis. Akhirnya presentasi itu dihentikan.

Apa yang menyebabkan saya tertawa?

Pada awal semester 7 kami diperhadapkan dengan blok “Dokter Keluarga”. Modul pertama dari blok tersebut adalah “Wabah”. Jadi di kelas tutorial kami membahas kasus-kasus yang berhubungan dengan wabah. Karena ini dalam blok “Dokter Keluarga” dan permasalahannya lebih cenderung ke pola hidup masyarakat luas, jadi kami tidak terlalu mendalami kasus wabah secara ilmiah melainkan lebih kepada bagaimana mengedukasi masyarakat.

Kasus yang akan dibahas adalah diare.

Kelas saya terdiri dari 16 orang dan semuanya secara sama rata dibagikan tugas untuk membahas kasus ini. Beberapa hal yang dibahas adalah pemeriksaan fisik, patogenesis, edukasi, diagnosis, dll. Masing-masing mendapatkan 2 pembahasan yang berbeda dan saya mendapat :

1. Penatalaksanaan diare secara farmakologi dan non-farmakologi

Saat mempresentasikannya saya seperti teman-teman yang lain yaitu membacakan hasil yang sudah kami dapat dan tentu saja semua itu dibahas dengan menggunakan wawasan dunia kedokteran. Presentasi berjalan lancar dan untuk presentasi saya yang kedua saya mendapat giliran terakhir untuk membacakannya. Pada saat itu ada dokter yang sedang mengawasi kami.  Dan pembahasan saya yang kedua adalah :

2. Syarat Rumah Sehat (-.-)”

Sebenarnya tidak ada yang lucu. Di saat saya mempresentasikan hal tersebut saya baik-baik saja meskipun dari awal saya merasa pembahasan saya agak “lain” dari biasanya karena saya membahas tentang lantai, atap, ventilasi, cahaya, dan luas bangunan.

Urutan saya membahas mulai dari lantai, atap, ventilasi, cahaya, dan luas bangunan.

Pembahasan tentang lantai, atap, dan ventilasi berhasil saya bacakan dengan baik meskipun ada beberapa kalimat yang membuat saya ingin tertawa tapi saya berhasil menahannya. Ada beberapa detik saya berhenti dan mengambil nafas dalam-dalam untuk mengendalikan emosi saya yang sudah mulai memuncak untuk tertawa, karena ada beberapa kalimat yang saya rasakan konyol untuk dipresentasikan seperti :

  1. Atap berfungsi untuk melindungi rumah dari terik matahari dan hujan. Jadi atap rumah harus kuat. Bahan-bahan untuk membuat atap adalah bla bla bla bla. (hellooow kok gw jadi menjelaskan bahan-bahan pembuatan atap).
  2. Ventilasi alami contohnya lubang kunci dan lubang di dinding. Hal ini cukup merugikan karena serangga bisa masuk. (omg gak tau kenapa gw ngerasa lucu nyebutin itu)
  3. Sinar matahari yang berlebihan masuk dalam rumah bisa menyilaukan mata. (gw mulai “terguncang” pas baca ini)
  4. Rumah yang kurang luas bisa menyebabkan perdesakan antar penghuni. (makin ngaco aja)

Dan puncaknya pada saat saya menjelaskan tentang cahaya. Untungnya dokter sudah keluar untuk mengawasi kelas lain.

Ini yang membuat saya melepaskan rasa tertawa saya karena sudah tidak bisa ditahan lagi.

Cahaya harus masuk dalam rumah sehingga jendela merupakan faktor penting. Dan kalimat yang membuat saya meledakan tawa saya adalah :

“cara membuat jendela yang baik adalah….”

Saya benar – benar tertawa mendadak dan semuanya kaget. Setiap saya meneruskan membaca kalimat, saya tertawa di setiap awal kata. Dan itu terjadi berulang-ulang hingga saya menyerah. Saya akhirnya memberi kode kepada ketua kelas bahwa saya sudah tidak sanggup lagi. Air mata saya pun membasahi pipi karena tertawa. Sampai saya menulis ini saya tetap tertawa.

Kurang lebih saya seperti wanita yang berada dalam video di bawah ini.

5 Balasan ke Pengalaman Terkonyol Setelah 6 Semester Kuliah

  1. Riku mengatakan:

    Jadi kebayang gimana reaksi lu pas ketawa ga bisa berhenti. Klo gw jadi lu gw beneran malu, apalagi di depan banyak orang gitu ==”

  2. Jayodal mengatakan:

    org mksdnya wkwkwk..
    lagian temen2 gw juga kan

  3. Thania mengatakan:

    WAKAKAKAKKAKA kalo gw satu kls sm lo pasti gw juga bakal ketawa vand hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: