Sarapan Ternikmat dalam Sebuah Keluarga

Suatu saat, ada seorang laki-laki dan perempuan yang sudah menikah. Mereka tidak mempunyai anak dan mereka berdoa untuk meminta anak kepada Tuhan. “Tuhan, kiranya kau memberikan anak kepada kami.” Doa tersebut mereka doakan setiap hari. Tiba-tiba suatu saat sang istri mengandung. Pada saat sang istri sedang mengandung, suaminya selalu memegang perut perempuan sambil berdoa yang berbeda sekarang.”Terima kasih Tuhan, buat anak yang sudah kau berikan kepada kami.” Dan setiap saat ia memegang, ia berdoa kembali.

Mereka pergi ke dokter untuk melakukan check up. Mereka ingin mengetahui kondisi sang anak yang sedang berada dalam kandungan. Terus pada saat mereka menerima hasil, sang dokter berkata, “Maaf. ibu dan bapa. Anak yang sedang dikandung sekarang tidak akan dapat bertumbuh seperti anak-anak yang lain. Anak ini menderita cacat pada syaraf otaknya. Hal ini sering disebut dengan down-syndrom.” Sang orang tua pun kaget mendengar hasil tersebut. Sang ayah sangat kecewa, sedangkan sang ibu menangis dengan keras. Sang ayah pun berdoa, “Tuhan, mengapa hal seperti ini dapat terjadi?”

Beberapa bulan kemudian, lahirlah sang anak. Tetapi kedua orang tua tersebut tidaklah putus asa. Mereka merawat anak tersebut sampai anak tersebut bertumbuh besar. Tetapi tetap saja dia tidak bisa bermain, berkata-kata, dan lain-lain seperti anak yang lain kebanyakan. Bahkan untuk jalan pun terkadang ia suka jatuh sendiri tanpa sebab. Sang orang tua merasa sedih melihat hal tersebut, tetapi mereka tetap memberikan kasih yang maksimal untuk sang anak.

Walaupun sang anak cacat, tetapi anak tersebut mengetahui bahwa ia disayang oleh kedua orang tuanya. Hingga suatu hari sang anak bangun pagi-pagi sekali berniat untuk membuatkan kedua orang tuanya sarapan pagi. Ia membuatkan roti bakar, tetapi sebagai anak yang cacat, roti tersebut terlalu matang hingga hangus. Dan kemudian ia ingin membuat telur dadar, tetapi ia menuangkan minyak, menyalahkan kompor dan menaruh telur tersebut. Tetapi hasilnya telur itu tidaklah matang dan hanya menjadi sebuah telur yang tetap mentah. Dan kemudian ia membuatkan kopi, orang biasa membuat kopi hanya 2 sendok saja tetapi ia memasukan kopi sampai 5 sendok hingga kopi tersebut tidak bisa diminum.

Ia pun dengan senang membawa sarapan itu terhadap orang tuanya. Ia membangunkan kedua orang tuanya, ” Daddy, Mommy, bangun.. Daddy and Mommy tidak perlu membuatkan sarapan untuk pagi hari ini, karena aku sudah membuatkannya untuk Daddy and Mommy.”

Kedua orang tuanya pun bingung, sang ayah menatapnya sambil menahan air mata. Ia memanggil sang anak,” Nak, kemari nak, bawalah sarapan tersebut kesini.” Dan sang anak pun memberikannya kepada sang ayah. Semua orang yang melihat pun mengetahui bahwa makanan tersebut tidak dapat dimakan. Sang ayah pun mengangkat makanan tersebut dan berdoa, “Tuhan, terima kasih atas makanan ternikmat yang kau sediakan untuk kami.” Sang ayah pun langsung memakan roti tersebut sampai habis. Kemudian telur yang mentah itu pun dihabiskan. Kemudian diteguknya kopi tua itu sampai habis. Sang ayah pun menangis bahagia dan memeluk anaknya.

Refleksi: Ya, kita bagaikan anak yang cacat tersebut. Segala sesuatu yang kita hasilkan dan kita berikan kepada Tuhan itu bagaikan roti yang hangus, telur yang masih mentah, dan kopi tua tersebut dan tidak akan ada yang sempurna dari hasil pekerjaan kita. Tetapi pada saat Tuhan menerima hasil tersebut, Ia tidak memikirkan bagaimana rasanya, bagaimana enaknya, bagaimana bagusnya. Tetapi Ia akan langsung menikmati hasil tersebut. Tahu kenapa? Karena hasilnya itu dibuat oleh kita yang sangat Dia cintai. Hanya mengetahui bahwa itu adalah hasil anakNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: