Setelah 3 Tahun Mengendarai Motor

Sudah hampir 3 tahun lamanya saya menggunakan motor sebagai alat transportasi utama saya kalau mau pergi ke mana saja. Motor saya mereknya adalah Suzuki Spin automatic seperti gambar di atas, tapi berwarna merah. Saya sudah memakainya sejak pertengahan kelas 2 SMA sampai sekarang. Walaupun begitu, saya bukan tipe orang yang suka memodifikasi kendaraan. Bagi saya motor tersebut hanyalah sebatas alat transportasi semata, tidak lebih tidak kurang. Jadinya nggak aneh kalau motor saya ini kurang terawat. Sekurang-kurangnya dalam 1 minggu saya pasti membersihkan motor saya supaya nggak terlihat terlalu kotor karena debu.

Sekarang sudah banyak bekas goresan pada motor saya karena saya memang sudah beberapa kali mengalami kecelakaan kecil. Untungnya saya sendiri tidak terluka parah, hanya sekedar memar-memar pada beberapa bagian tubuh, terutama kaki karena terjatuh dari motor. Cukup aneh mengingat saya tidak suka ngebut-ngebutan, tetapi namanya juga jalan raya ada saja faktor yang membuat para pengguna jalan raya celaka, walaupun sudah sangat ekstra hati-hati.

Dari kecelakaan-kecelakaan tersebut saya belajar banyak cara untuk mengendarai motor dengan baik dan aman, yang terus saya terapkan hingga sekarang supaya nggak mengalami kecelakaan karena hal yang sama ke depannya.

Berikut adalah beberapa cara saya untuk menghindari kecelakaan tersebut , atau lebih tepatnya gaya saya mengendarai motor dan alasan mengapa saya menerapkannya. Semoga beberapa tips ini bisa berguna bagi para pengendara motor, terutama yang masih pemula dan belum mengerti betul seberapa bahayanya jalan raya itu.

1. Tidak pernah mendahului dari kiri.

Sebenarnya ini adalah pengetahuan dasar sebagai seorang pengendara, tapi pasti saja ada beberapa waktu kita melanggarnya, apalagi kalau kendaraan di depan kita jalannya lambat banget. Waktu saya baru beberapa bulan mengendarai motor, saya belum tahu seberapa bahayanya mendahului kendaraan melalui jalur kiri. Lokasinya di jalan belakang BIP. Waktu itu mobil di depan saya jalannya lama sekali, sampai bikin saya kesal. Apalagi jalur kanan dia tidak ada celah untuk saya mendahului. Jadi saja saya mencoba untuk mendahului dari kiri. Gas sudah ditancap, tau-taunya mobil itu belok ke kiri buat parkir. Saya refleks ngerem, tapi karena jaraknya terlalu mepet, jadi aja saya nabrak mobil itu. Saya juga terjatuh dari motor. Untunglah saya tidak cedera parah, cuma lecet di lutut dan tangan. Mobil itu juga tidak rusak karena cuma tersenggol oleh ban depan motor saya. Saya meminta maaf ke pengemudi mobil tersebut yang sepertinya seorang supir. Sejak saat itulah saya tidak ingin dan tidak akan mendahului dari jalur kiri lagi.

2. Menghindari menyetir di belakang angkot.

Menurut saya, angkot adalah faktor penyebab kecelakaan yang cukup besar di jalan raya. Saya sendiri pernah mengalaminya. Pada saat itu, jalanan macet banget. Motor saya berjalan di belakang angkot. Tapi ya namanya juga angkot pasti jalannya lelet banget gara-gara sambil nyari penumpang. Tiba-tiba saja dia mengerem mendadak buat ngetem. Saya kaget, dan cepat-cepat ngerem, tapi terlalu cepat jadinya saya menabrak angkot itu. Saya cuma hilang sedikit keseimbangan, tapi tidak terjatuh. Dari dalam angkot, si supir angkot teriak ke saya, “Kalau nyetir yang bener, Dek!” Saya cuma angguk-angguk kepala aja, males cari ribut sama supir itu (soalnya kalau masalah berantem, pasti saya kalah soalnya saya lebih suka mengalah). Kalau dipikir-pikir, sebenarnya yang salah kan si angkot itu, maen ngerem mendadak aja. Jadi saya sarankan kepada kalian semua, jangan pernah mengendarai kendaraan di belakang angkot, atau kalian akan mengalami hal yang sama dengan saya.

3. Tidak melamun saat menyetir.

Kalau perjalanan cukup jauh, pastinya sangat membosankan dan bikin stress. Entah ada angin apa, kesadaran saya seperti melayang ke tempat lain, alias melamun. Tiba-tiba saja keseimbangan motor saya jadi goyah tanpa sebab, dan hasilnya saya terjatuh dari motor dan terlempar beberapa cm dari motor. Alhasil kedua telapak saya lecet dan berdarah gara-gara menahan tubuh saya yang terjatuh ke aspal. Kaki saya juga lecet-lecet tapi untungnya tidak parah karena terlindungi oleh celana jeans dan jas hujan, tapi jas hujan saya jadi robek. Sejak saat itu, saya lebih berkonsentrasi lagi selama menyetir motor.

4.  Menghindari menyetir di depan motor yang membawa barang besar pada jok belakang.

Sepertinya yang ini khusus untuk motor. Pada suatu pagi, saya berangkat ke kampus. Saya sudah sangat berhati-hati karena belum lewat seminggu kena kecelakaan yang ada di nomor 3 di atas. Saya menyetir di pinggir kanan dengan perlahan. Ada sebuah motor yang disetir oleh seorang bapak-bapak dan di jok belakang motor itu ditaro beberapa potong kayu panjang secara melintang. Motor itu semakin lama semakin mepet ke pinggir kiri motor saya. Kayu-kayu tersebut menyenggol motor saya, dan saya pun hilang keseimbangan dan terjatuh. Si bapak itu langsung kabur tanpa menolong saya. Memang sial bener nasib saya. Padahal jelas-jelas kalau bawa barang seperti itu bisa bikin bahaya orang lain. Buktinya saya jadi korban keteledoran orang yang nggak tahu aturan lalu lintas.

5. Tidak pernah membunyikan klakson saat di jalan raya.

Untuk yang ini sebenarnya cukup aneh. Hanya saja menurut saya pribadi, membunyikan klakson itu menandakan orang yang kurang sabaran dalam berkendara. Lagian bisa saja orang di depan kita terganggu oleh suara bising dari klakson tersebut, yang ujung-ujungnya malah jadi ribut. Apakah berlebihan jika saya berpikiran seperti ini? Mungkin saja iya, tapi saya pernah melihat ada orang yang bertengkar di tengah jalan karena malah klakson ini. Lagipula saya lebih senang nyantai dan berhati-hati selama menyetir motor.

6. Jangan berhenti di atas zebra cross.

Ceritanya, pas saya masih kelas 3 SMA, saat pulang dari sekolah, saya melewati jalur pulang seperti biasa. Di perempatan jalan menuju jalan Merdeka macet banget. Ada motor yang menghalangi saya di depan, padahal sebentar lagi bakalan jadi lampu merah. Jadi saya mendahului dia, tetapi lampu keburu merah, dan motor saya terpaksa berhenti tepat di atas zebra cross. Tiba-tiba saja ada seorang pemalak (polisi) yang mendatangi motor saya. Saya ditilang gara-gara melanggar aturan lalu lintas. Katanya sih saya harus datang ke sidang untuk menyelesaikan masalah ini. Jelas saja saya sudah takut duluan, jadi aja bayar Rp 50.000,- ke si polisi itu. Sejak saat itu, walaupun sepi, atau sudah malam, atau tidak ada polisi yang berpatroli, saya sudah bersumpah tidak akan pernah berhenti di atas zebra cross lagi. Lebih baik cari aman daripada duit melayang buat ongkos makan para pemalak itu.

Iseng: Dalam hati kecil saya kepada para polisi: Pak, motor bapak sendiri saja suka berhenti di atas zebra cross, tapi kok nggak kena tilang n denda ya? =p

10 Balasan ke Setelah 3 Tahun Mengendarai Motor

  1. NdRe mengatakan:

    ituuuu gambar kelakuan polisi indo laknat yg gw post kmrn di bb n msn😀
    teori #1 tdk berlaku bila mobil nya mau belok kanan tanpa sen :))

    • zanpajutsu mengatakan:

      Gambar polisi itu gw ambil dari google haha. Iya juga sih, tapi lebih aman mendahului dari sisi kanan. Sisi kiri terlalu bahaya, apalagi kalau ada angkot yang tiba-tiba belok kiri buat narik penumpang🙂

  2. Mishu mengatakan:

    makanya gan..
    slow2 aje bawa motornya.
    hwahahah..

  3. Flor_Marc mengatakan:

    Polisi selalu benar n pengguna jalan selalu salah…
    hahahaha…

  4. honeysuckle mengatakan:

    woghhh si agan sering kecelakaan tah?
    tmbhan dr ane gan… jgn stir motor ala moto gp… ane jatoh gr2 gt mulu sh gan…

    • zanpajutsu mengatakan:

      Hoho ternyata ini Lanata-kun! Klo dihitung2 gw baru (dan gak akan nambah lagi!) sekitar 5-10x kecelakaan, tapi luka kecil kok. Bagus juga sih jadi belajar menyetir yang bener dari kecelakaan itu. Gw nyetir ala motor bebek gan.

      • honeysuckle mengatakan:

        wahahaha rada aneh sih l bs2ny cedera eh kecelakaan motor gt.. tp bc thread agan di atas paham deh alasannye… kenceng dikit nyetirny gan biar ga ngantuk huehehehe😀

  5. sonedal18 mengatakan:

    gw ngakak bacanya..
    wkwkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: